Unik, Ternyata Ada Buah Yang Berwarna Paling Bersinar Di Dunia

Unik, Ternyata Ada Buah Yang Berwarna Paling Bersinar Di Dunia

Benar-benar unik. Buah menyilaukan yang tumbuh di hutan hujan di belantara Afrika, dinobatkan sebagai spesies alam paling berwarna yang pernah dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan. Buah ini adalah buah dari Pollia condensata tanaman liar yang tumbuh di hutan-hutan Ethiopia, Mozambik, Tanzania dan negara-negara Afrika lainnya. Buah ini tidak dapat dimakan mentah tapi dimasak, baru dapat dimakan atau dijadikan minuman. Bentuk buahnya bundar, kecil, terancang dengan warna metalik seperti manik-manik.

Keistimewaan Buah Tersebut

Buah ini memiliki keistimewa yaitu dari kulit buahnya. Meski berwarna kebiruan, ia sejatinya tak punya pigmen biru. Riset terbaru yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences menyebut, alih-alih memiliki struktur warna, kulitnya merefleksikan gelombang cahaya yang ukurannya berbeda-beda. Tiap individu sel menghasilkan warna beragam, yang membuatnya seperti lukisan pointillism, teknik yang dimiliki pelukis impresionis merangkai titik menjadi sebuah lukisan yang utuh.

Saat dilihat di bawah mikroskop, kulitnya terlihat berubah warna tergantung dari sudut mana ia diamati. Ketebalan lapisan selnya juga menentukan panjang gelombang cahaya yang dipantulkan. Beberapa sel memiliki lapisan tipis yang merefleksikan warna biru, yang lebih tebal menghasilkan warna hijau atau merah.

University of Cambridge mengatakan, Pollia condensata telah berevolusi secara cerdas.

“Tanaman kecil ini sungguh fantastis, mampu membuat buahnya mengkilap, gemerlapan, multiwarna, menjadi sinyal yang menarik untuk burung di sekitarnya, tanpa membuang cadangan fotosintesis hanya untuk memberi makan burung,” kata dia. Seperti diketahui, tanaman membutuhkan bantuan mahluk lain, seperti serangga dan burung untuk menebar benih. “Ini evolusi yang sangat cerdas.”

Meski buahnya tak punya nilai gizi, burung-burung tertarik pada warnanya yang terang. Mungkin dianggap indah untuk dekorasi sarang, atau untuk membuat pasangan mereka terkesan. Yang juga mengesankan, warna buah Pollia condensata tak pudar oleh waktu. Para peneliti menemukan sampel buah di koleksi herbarium dari abad ke-19, yang masih mengkilap dan berwarna-warni seperti yang ada di alam.

Buah seperti logam kecil ini telah lama digunakan untuk tujuan dekoratif karena properti nya yang tidak biasa. Buah-buah ini berwana biru vibrant dan dapat hidup (terus berwarna biru) selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun setelah mereka dipetik dari pohonnya. Sebuah spesimen di Kebun Raya Kew di London yang dipetik di Ghana pada tahun 1974, sampai sekarang masih mempertahankan warna warni birunya.

Penasaran, sebuah tim peneliti dari Kew, University of Cambridge dan Smithsonian Natural History Museum memutuskan untuk melihat ke dalam, bagaimana tanaman ini menghasilkan warna yang mempesona dan dan tahan lama seperti itu. Ketika mereka berusaha untuk mengekstrak pigmen dari buah untuk diteliti, mereka terkejut menemukan buah ini tidak memiliki pigmen.

Ketika mereka memeriksa Pollia condensata pada tingkat sel, mereka menyadari bahwa buah menghasilkan karakteristik warna melalui pewarnaan struktural, sebuah fenomena yang terdokumentasi dengan baik dalam kerajaan hewan, tetapi hampir tidak dikenal pada tanaman. Mereka memutuskan bahwa jaringan buah ini berwarna lebih intens daripada semua jaringan biologis yang pernah dipelajari sebelumnya. Jaringan buah ini memantulkan 30 persen cahaya, dibandingkan dengan cermin perak, sehingga lebih intens daripada warna sayap kupu-kupu Morpho yang terkenal.

Tanaman diproduksi pada Tingkat Sel

Pollia condensata, asli Afrika, menggunakan struktur berukuran nano untuk menghasilkan warna yang paling intens yang pernah dipelajari dalam jaringan biologis. Sebagian besar warna di dunia biologis diproduksi oleh pigmen, senyawa yang diproduksi oleh organisme hidup yang selektif menyerap panjang gelombang tertentu dari cahaya tampak, sehingga mereka terlihat berwarna sebagaimana panjang gelombang cahaya tampak yang mereka pantulkan.

Sebagai contoh, kebanyakan tanaman berwarna hijau karena pigmen klorofil, yang digunakan dalam fotosintesis, yang menyerap sebagian panjang gelombang cahaya tampak kecuali hijau, yang dipantulkan ke mata kita. Akibatnya, warna tanaman yang diciptakan oleh pigmentasi ini akan terlihat sama persis tidak peduli dari sudut mana kita melihatnya, dan warnanya akan memudar atau degradasi ketika tanaman mati.

Untuk menghasilkan warna biru metaliknya melalui untaian selulosa yang berukuran nano (10-9 m) yang bertumpuk di dalam kulitnya. Untaian ini disusun dalam lapisan berbentuk heliks yang melengkung dan memutar, yang berinteraksi satu sama lain untuk menyebarkan cahaya dan menghasilkan warna biru buah ini.

Buah Pollia condensata adalah tanaman kualitas yang lebih menarik. Tergantung pada bagaimana Anda memegang buah dan dari sudut mana Anda melihatnya, masing-masing sel-sel kulit benar-benar muncul untuk mengubah warna. Hal ini karena jarak antara serat nano yang ditumpuk bervariasi dari sel ke sel, sehingga setiap sel menghasilkan rona warna yang sedikit berbeda, memantulkan cahaya baik ke kiri atau kanan, tergantung pada sudut pandang Anda. Hal inilah yang menyumbang penampilan pixellatednya yang mencolok.

Sel Kulit menghasilkan Warna yang Sedikit Berbeda

Alasan warna buah ini bertahan begitu sangat lama, ternyata karena warnanya dibangun di dalam strukturnya, bukan mengandalkan pigmen yang dapat menurun dari waktu ke waktu. Para peneliti telah melaporkan melihat buah biru ini masih tetap tergantung biru di batang Pollia condensata yang telah lama kering/mati di alam.

Tim peneliti juga mencoba menjelaskan mengapa tanaman ini berbuah dengan warna yang mencolok. Jawabannya adalah: Dengan meniru penampilan juicy, dari tanaman bergizi, warnanya bisa menipu burung dan binatang lain untuk memakan buahnya, sehingga bual Pollia condensata dapat menyebarkan benihnya ke tempat lain saat binatang yang memakan buahnya BAB.

Meski penggunaan hewan untuk penyebaran benih adalah strategi umum yang dilakukan oleh banyak tanaman, namun sebagian besar tanaman harus mengabdikan kalori yang berharga untuk menghasilkan daging buah yang manis. Sedangkan buah Pollia condensata, tetap mampu menyebarkan bijinya hanya dengan menunjukkan warna aslinya.

Tidak hanya membuat semua berdecak kagum, Pollia condensata bisa menjadi ide dan inspirasi bagi manusia. “Dengan mengambil inspirasi dari alam, kita bisa memanfaatkan kecerdasan kita untuk memanfaatkan material yang melimpah, murah, dan berkelanjutan seperti selulosa.

Selulosa yang terdapat pada Pollia condensata bisa digunakan untuk membuat produk pewarna untuk kepentingan industri. Misalnya, menggunakan selulosa berbasis struktur nano dengan warna struktural sebagai pengganti pewarna beracun dan pewarna makanan.

Buah yang sangat langka yang tidak akan pernah kita temui apalagi di Indonesia. Dan misalkan kalian menemui buah ini apa yang akan kalian lakukan dengan buah tersebut? Ini adalah buah yang sangat aneh kulitnya yang sangat berkilau dan memiliki manik-manik. Udah macam perhiasan ajah yah guys. hehehehe. Inilah artikel mengenai buah aneh tapi unik, semoga menambah wawasan kalian yahh.