Mengapa Flamingo Hanya Berdiri Dengan Satu Kaki Saat Tidur?

Mengapa Flamingo Hanya Berdiri Dengan Satu Kaki Saat Tidur?

Sebelum kita membahas tentang burung flamingo ini, apa anda mengenal burung flamingo? Burung ini cukup banyak ditemukan di kawasan Benua Amerika dan Afrika, yang mengundang ilmuwan guna untuk mengetahui penyebab burung tersebut tidur dengan satu kaki terangkat. Mungkin Anda memiliki pertanyaan serupa. Untuk memuaskan rasa penasaran tersebut, Enter Matthew Anderson, seorang ilmuwan dari Universitas Saint Joseph di Philadelphia, Amerika Serikat, belum lama ini mengadakan sebuah penelitian di kebun binatang setempat.

Ada banyak hal yang membuat burung flamingo begitu istimewa dan populer. Siapa sih yang tak terpesona oleh bulu warna merah jambu flamingo? Bukan cuma itu, hewan satu ini juga punya kebiasaan unik. Mereka suka tidur sembari berdiri di atas satu kakinya dan menyusupkan kepala ke tubuhnya. Sangat unikkan hewan yang satu ini, bagaimana menurut kalian?

Pernahkan Anda merasa penasaran dengan kebiasaan aneh ini? Mengapa burung memilih berdiri dengan satu kaki, sementara sebenarnya akan lebih nyaman kalau berdiri dengan dua kaki. Jika Anda bertanya pada banyak orang, mungkin akan banyak perbedaan teori yang mendasarinya.

Mengapa Mereka hanya Menggunakan Satu Kakinya untuk Beristirahat?

Jawaban pertanyaan di atas masih belum diketahui secara jelas. Para peneliti pernah berspekulasi, perilaku ini merupakan upaya flamingo untuk mengurangi kelelahan pada otot, karena burung itu tampak berdiri bergantian dengan satu kaki dan lainnya. Sekelompok peneliti lain juga pernah mengemukakan bahwa perilaku ini membantu burung mengatur suhu tubuhnya. Dalam studi terbaru, dua peneliti yang berbasis di Atlanta, Young-Hui Chang dari Georgia Institute of Technology dan Lena Ting dari Emory University melakukan serangkaian uji coba pada flamingo hidup maupun mati.

Hasilnya cukup mengejutkan. Para peneliti menemukan bahwa flamingo yang sudah mati pun bisa berdiri di atas satu kaki tanpa bantuan eksternal. Dalam laporan studi yang dipublikasikan di Royal Society Journal Biology Letters, para peneliti mendeskripsikan fenomena ini sebagai “passive gravitational stay mechanism”.

Tetapi, flamingo mati itu justru tidak bisa berdiri di atas kedua kaki. Hal ini menunjukkan bahwa berdiri dengan dua kaki membutuhkan lebih banyak kekuatan otot.

Saat meneliti flamingo hidup, para peneliti menemukan bahwa saat flamingo berdiri di atas kaki satu, mereka hampir tidak bergerak menegaskan posisi pasifnya. Namun, flamingo mulai kehilangan keseimbangannya saat mengombinasikan berdiri satu kaki dengan aktivitas lain, seperti membersihkan bulu atau mengeluarkan suara.

Flamingo Berdiri dengan Satu Kaki untuk Menjaga Temperatur Tubuh

Sebelumnya sudah ada teori yang menyatakan perilaku tersebut dilakukan flamingo untuk mengurangi kelelahan otot dan menjaga temperatur tubuh agar tetap hangat dan stabil. Artinya dengan satu kaki Flamingo ingin menghindari kekakuan otot saat predator menyerang. Dengan satu kaki pula kehilangan panas dapat dicegah. Sebab, kaki adalah lokasi tempat panas menghilang dengan cepat. Tapi burung flamigo ini berdiri menggunakan satu kaki hanya untuk tidur ajah.

Ternyata, teori kekakuan otot tersebut tak dapat dipertahankan. Hasil penelitian justru mengungkap flamingo akan terbang lebih cepat dengan kedua kakinya menyentuh tanah ketimbang hanya dengan satu kaki. Selain itu ada teori menarik lainnya yang menunjukkan fakta bahwa burung mengangkat satu kakinya untuk menunjukkan kelihaian dan kecerdikannya. Teori ini menyatakan bahwa berdiri dengan dua kaki akan menarik perhatian binatang predator dan mereka lebih mudah dimangsa.

Khususnya pula pemangsa yang sering muncul dari dalam air. Di mana famingo sering berpijak di situ. Akhirnya mereka memilih untuk berdiri dengan satu kaki, untuk mengelabui pemangsa. Satu kaki yang berdiri tegak di hanya akan terlihat seperti ranting-ranting pohon dari bawah air. Terakhir, ada pula teori yang menyatakan bahwa burung famingo mengangkat satu kakinya untuk menyesuaikan diri dengan temperatur tempat ia berdiri.

Burung bangau (burung yang sering berdiri dengan satu kaki) akan lebih sering berdiri dengan satu kaki di saat cuaca dingin agar tetap merasa hangat. Apalagi mereka membutuhkan energi yang cukup untuk terbang. Selain itu, ketika burung itu mencari makanan di area air yang dingin, mereka juga cenderung mengangkat satu kakinya. Namun lain halnya dengan teori mempertahankan suhu.

Anderson menemukan fakta semakin panas suhu, maka akan kian banyak flamingo yang berpijak dengan dua kaki. Demikian pula sebaliknya, ketika suhu mendingin, akan semakin banyak flamingo yang berdiri dengan satu kaki. “Air akan membuat panas cepat menghilang. Sedangkan flamingo banyak menghabiskan waktu di air sehingga butuh menghemat panas. Meski membutuhkan banyak penelitian lebih lanjut, ia meyakini alasan mempertahankan suhu atau thermoregulation bisa menjadi penjelas sebab-musabab burung yang memiliki leher panjang itu kerap tidur dengan satu kaki.

Penelitian ini membawa kita selangkah lebih maju dalam memahami perilaku tidur flamingo. Meski demikian, apa alasan yang mendasari flamingo mengembangkan kemampuan beristirahat dengan sangat efisien ini masih belum diketahui. Para peneliti masih berupaya mengungkap mekanisme fisik yang memungkinkan flamingo tidur di atas satu kaki, dan berharap dapat menyingkap lebih banyak hal di balik kebiasaan tidur yang aneh tersebut.

Hasil studi ini menyimpulkan bahwa berdiri dengan satu kaki membutuhkan energi lebih sedikit daripada berdiri di atas dua kaki. Posisi tidur tersebut dilakukan flamingo untuk meminimalkan penggunaan energi saat beristirahat.