Keren, Inilah Fakta Unik Tentang Ganja

Keren, Inilah Fakta Unik Tentang Ganja

Pernah dengarkan yang namanya ganja? Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal sebagai obat psikotropika karena adanya kandungan zat tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol). Ganja merupakan tanaman yang sangat kontroversial yang masuk dalam kategori psikotropika. Seperti yang kita ketahui kalau seseorang mengonsumsi ganja akan mengalami eurofia atau rasa senang yang berkepanjangan tanpa ada sebab.

Tanaman ganja biasanya dibuat menjadi rokok marijuana. Ganja ini menjadi barang terlarang berbagai negara karena memiliki zat berbahaya yang masuk kedalam jenis narkotika. Ganja hanya tumbuh di pegunungan tropis dengan ketinggian di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Berdaun menjari dengan bunga jantan dan betina ada di tanaman berbeda. Bunganya kecil-kecil dalam dompolan di ujung ranting. Ganja ini menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat.

Inilah beberapa fakta unik tentang ganja:

Belum Pernah Mati karena Overdosis Ganja

Sejak pohon ini dikenal, manusia sudah mengonsumsi ini tapi belum pernah ada catatan overdosis yang diakibatkan oleh ganja tersebut. Tapi disisi lain telah dilakukan survei pada tahun 2010 yang menyatakan 38.329 orang meninggal akibat overdosis narkoba. Enam puluh persennya berasal dari resep obat. Zat-zat psikotropika selalu identik dengan zat berbahaya yang bisa buat orang kecanduan dan mengonsumsi secara berlebihan yang mengakibatkan kematian atau dikenal dengan overdosis. Tapi ini tidak berlaku pada kategori ganja.

Narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Psikotropika adalah bahan lain yang tidak mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan tingkah laku pemakainya. Pada tahun yang sama, 25.692 orang meninggal disebabkan sesuatu yang berhubungan dengan alkohol. Ganja bahkan lebih aman dari pada kacang yang tercatat mematikan orang akibat reaksi alergi.

Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan dengan istilah Amfetamin, di mana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex. Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA (dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu, SS, ice. Mungkin kalian penasaran dengan ganja mematikan atau tidak, mau coba siapa tau kamu orang pertama yang mati karena ganja.

Tingkat Ketergantungannya Sangat Rendah

Ganja sudah lama dikenal manusia dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak. Namun karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalah gunakan. Seperti yang dikatakan oleh Dr Sanjay Gupta kepala medis CNN bahwa ganja tidak seadiktif yang dipikirkan. Kita sudah tentu sering mendengar keluh kesan para pecandu rokok.

Pada hal rokok tidak memberi efek candu, sehebat yang alkohol miliki. Pada kenyataan ganja tidak memberikan kecanduan yang berlebihan yang ingin mengisapnya terus menerus. Narkoba bahkan efek eurofia layaknya ganja. Seseorang yang pernah merasakan ganja biasanya cenderung ingin mengulangi sensasi bahagia saat mengisap ganja. Ganja hanya memiliki ketergantungan sekitar 9-10% pada orang dewasa, Kokain sekitar 20%, heroin sekitar 25%, dan ketergantungan terhadap tembakau mencapai 30%. Jadi Ganja sebenarnya tidak memiliki ketergantungan yang berlebihan bagi orang yang mencobanya.

40% Orang Amerika Menggunakan Ganja

Pemerintah AS telah menambahkan halaman untuk ‘penggunaan ganja dan cannabinoids‘ dalam situs resmi. Institut Kanker Nasional, bagian Kesehatan Amerika Serikat, sekarang menyarankan bahwa ‘cannabinoids mungkin berguna dalam mengobati efek samping dari kanker dan pengobatan kanker’ dengan cara merokok ganja dan makan produk makanan berbahan ganja, minum teh herbal atau bahkan penyemprotan cannabinoids dibawah lidah. Ganja tersebut dapat mengatasi berbagai penyakit yang akan mengancam hidup seseorang. Tapi ini dilakukan dengan cara yang telah ditentukan. Bukan asal mengonsumsi ganja dengan sembarang juga.

Beberapa studi ilmiah telah menyarankan hal ini di masa lalu dan pada bulan April tahun ini NIDA [National Institute of Drug Abuse] merevisi publikasi mereka dan menyarankan bahwa ganja bisa mengecilkan tumor otak dengan membunuh sel-sel kanker. Di negara ini dikenal dengan pengguna ganja yang telah dikemukakan bahwa, 40% warga Amerika ini pernah menggunakan ganja, Yah walaupun itu hanya satu kali ajah. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna ganja telah menyebar di seluruh Amerika.

Menurutmu, kalau di Indonesia itu pengguna ganja ada berapa persen?

Ganja Bisa Menjadi Obat Tidur

Tidur termasuk salah satu masalah yang dialami oleh banyak orang. Kadang untuk tidur ajah harus berusaha keras untuk melakukan hal-hal yang bisa membuat orang tersebut tidur dengan cepat. Misalnya, banyak beban kerja serta gaya hidup yang membuat banyak orang kadang sulit untuk memejamkan mata dimalam hari. Selain memberi efek euforia, ganja juga bisa menjadi obat tidur. Ternyata sejak dulu ini telah disediakan alam untuk obat tidur yang efektif. Tapi tanpa disadari oleh manusia ternyata ganja itu bisa juga sebagai obat tidur.

Ternyata ganja dapat memberi hal yang positif bagi penggunanya. Penulis David Downs yang telah lama meneliti tentang gangguan tidur, menemukan jenis ganja terbaik untuk bisa membantu meringankan gangguan tersebut. Ganja dikonsumsi dengan cara dikunyah, bukan dihisap. Dan orang yang telah mengkonsumsinya, bisa mendapatkan tidur lebih nyenyak.

Ingat yah, ini bukan di isap tapi di kunyah yahh, hehehe

Ganja Dapat Meringankan Penyakit

Ganja bisa membuat seperti fly ya, jadi artinya lupa akan rasa sakit dan lainnya. Ganja juga bisa mengobati berbagai jenis penyakit. Contohnya adalah:

1. Alzheimer

Berdasarkan penelitian oleh Scripps Research Institute, ganja diketahui bisa memperlambat penyakit Alzheimer yang menyerang otak. Hasil ini juga telah diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics. Pada kenyataannya lebih efektif memperlambat perkembangan penyakit dibanding obat-obatan yang selama diresepkan. Hanya saja masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

2. Kanker

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics menemukan bahwa zat cannabidiol yang terdapat dalam ganja bisa ‘mematikan’ gen bernama “Id-1” yang digunakan sel kanker untuk menyebar ke seluruh tubuh. Marijuana atau ganja disebut dapat mencegah mual pada pasien kanker yang sedang jalani kemoterapi. Bahkan, American Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui peredaran pil ganja di kalangan penderita kanker.

3. HIV-AIDS

Pil ganja yang disetujui FDA pun dapat meningkatkan napsu makan orang-orang dengan HIV-AIDS. Studi yang diterbitkan di dalam jurnal Neurology menemukan, menghirup ganja dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas hidup ODHA secara signifikan. Penelitian terbaru yang dilakukan pada monyet telah ditemukan ganja dapat mencegah penyakit sama sekali.

4. Kesehatan Paru-Paru

Beberapa penelitian yang dilakukan selama bertahun-tahun telah menemukan bahwa menghisap ganja dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Penelitian ini dilakukan para peneliti di UCLA. Hal ini bertentangan dengan kepercayaan banyak orang bahwa ganja bisa menurunkan kapasitas dan kemampuan paru-paru.

Itulah manfaat ganja bagi kesehatan. Penggunaan ganja tetap harus melalui prosedur yang tepat dan dalam dosis yang sesuai juga untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal serta mencegah efek buruk yang bisa diberikan oleh ganja.