Fakta Unik Dibalik Kedipan Mata

Fakta Unik Dibalik Kedipan Mata

Mata manusia dirancang selalu berkedip setiap beberapa waktu yang berfungsi untuk meratakan air mata yang kaya oksigen ke seluruh permukaan mata. Untuk apa? tentu saja untuk menghalau kotoran yang ada di bola mata terutama bagian kornea. Ada hal unik dan menarik yang bisa dilakukan oleh tubuh kita, salah satu hal yang menarik untuk diketahui adalah mengenai mata. Mata merupakan organ yang terhitung sangat penting bagi tubuh.

Rupanya frekuensi seseorang berkedip juga bervariasi, sebagian besar dipengaruhi oleh usia. Kelenjar air mata pada orang lebih tua akan berkurang kinerjanya, sehingga bola mata menjadi lebih cepat kering. Akibatnya, mereka berkedip dengan lebih sering. Sebaliknya, bayi berkedip lebih jarang karena mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur, sehingga kondisi kelembaban bola mata tetap terjaga.

Hidup memang memiliki banyak misteri yang unik untuk diungkap, begitu dengan kedipan mata. Ya, kedipan mata yang terkadang tanpa kita sadari akan kita lakukan dalam sekian waktu ternyata memiliki berbagai fakta unik yang sangat menarik untuk disimak. Wahhh Apa saja ya kira-kira? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Wanita bisa Mengatur Waktu Berkedip

Fakta unik mengenai kedip mata dimulai dari kaum hawa. Dugaan bahwa perempuan lebih sering berkedip daripada pria ternyata sulit dibuktikan dengan fakta ilmiah. Tetapi kenyataannya, perempuan berkedip dua kali lipat lebih banyak dibanding pria. Jumlah kedipan setiap orang berbeda-beda tiap menitnya. Jumlah kedipan yang dilakukan oleh setiap individu tergantung terhadap mood yang tengah mereka rasakan.

Apabila mereka tengah cemas, gelisah, lelah, ataupun bahagia, maka jumlah kedipan pun akan berbeda-beda. Bukan hanya itu, waktu kedipan sangat berpengaruh dengan obat-obatan yang sedang di konsumsi. Dalam keadaan normal manusia mampu berkedip sejumlah 15000 kedipan setiap harinya, jumlah tersebut dihitung berdasarkan situasi normal. Namun faktanya perempuan apalagi yang sedang berada dalam kondisi KB maka jumlah kedipan matanya akan lebih banyak ketimbang laki-laki dalam kondisi normal, belum lagi jika ia berada di dalam kondisi yang gelisah serta memliki tekanan.

Berbeda dengan bayi yang hanya berkedip selama 2 kali selama satu menit saja, bandingkan dengan orang dewasa dalam keadaan normal bisa berkedip rata-rata 15 kali per 4 detik. Namun, rata-rata kita berkedip 15 kali setiap 4 detik. Jumlah kedipan ini akan meningkat ketika seseorang dalam suasana cemas, gelisah, dan lelah. Seperti yang dikutip dari Men’s Health para peneliti menyebutkan bahwa perempuan yang tengah mengonsumsi pil kontrasepsi akan berkedip 32 persen lebih sering daripada mereka yang tidak mengonsumsinya.

Kedipan Menginspirasi terciptanya Sistem Wiper

Ternyata frekuensi mata manusia yang berkedip setiap detik menginspirasi Robert Kearns, untuk menciptakan wiper pada kaca depan mobil. Ide tentang wiper ini terjadi pada malam pernikahannya di tahun 1953, ketika sumbat botol champagne terpental ke mata kirinya. Insiden itu menyebabkan ia mengerjap-ngerjapkan matanya dengan tak beraturan. Ia berkesimpulan bahwa mekanisme kerja wiper pada kaca depan mobil mirip seperti kedipan mata manusia.

Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan teknologi wiper yang digunakan dalam teknologi mobil. Robert Kearns sang inovator terilhami dan beranggapan jika sistem yang dilakukan oleh mata kita sat terkena oleh benda asing yang berpotensi membuat kotor, maka dengan cepat mata akan berkedip dalam rangka melembabkan mata kita. Begitu pula wiper yang berfungsi membersihkan kotoran di bagian kaca mobil sehingga kaca kembali bersih dan berfungsi secara lebih normal hal ini ditemukannya di tahun 1953 tepatnya pada saat malam pernikahannya.

Bayi ternyata Jarang Berkedip

Sampai saat ini belum ada peneliti yang bisa menjelaskan mengapa bayi jarang berkedip dibandingkan orang dewasa. Bayi berkedip hanya dua kali atau kurang per menit nya. Namun, frekuensi kedipan ini akan semakin bertambah sering seiring dengan pertumbuhannya. Selain itu, ada satu lagi fakta menarik yang dapat kita ketahui dari kedipan mata.

Fakta kali ini terkait dengan kedipan yang dilakukan oleh bayi. Tahu kah Anda? Ternyata bayi diketahui memiliki intensitas waktu berkedip yang lebih jarang daripada orang dewasa. Namun uniknya, hingga saat ini tak ada satu pun ilmuwan yang dapat menjelaskan mengapa bayi sangat jarang berkedip. Namun, banyak ilmuwan yang memberikan hipotesa bahwa hal itu dikarenakan bayi tak melumasi mata lebih sering daripada orang dewasa sebab mereka lebih sering menghabiskan waktunya dengan tidur.

Selain itu, menurut hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bayi berkedip hanya dua kali bahkan kurang dari itu dalam waktu 30 detik. Tetapi, intensitas kedipan tersebut akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia si bayi dan majunya perkembangan yang ia tunjukkan. Biasanya, kedipan akan mulai menunjukkan masa normal saat seseorang telah berusia 14 – 15 tahun.

Kedipan Dipengaruhi Sebuah Kondisi dan Menjadi Petunjuk

Kedipan ternyata justru dipengaruhi oleh rangsangan dan sebuah kondisi serta bisa menunjukan keadaan dari orang yang berkedip itu sendiri. Pada kondisi yang cemas, gelisah, takut dan sebagainya, maka anda akan menemukan jika pada saat itu konsisi kedipan mata anda akan lebih cepat dari biasanya. Reaksi sebaliknya akan anda dapatkan kala anda sedang berada di dalam kondisi yang menuntut fokus tingkat tingi, maka kondisi mata akan merespon dengan jarangnya berkedip agar bisa lebih faokus menangkap informasi secara visual.

Frekuensi kedipan seseorang ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi dan lingkungan sekitarnya. Misalnya, ketika mendapatkan informasi penting, biasanya kita jarang berkedip atau sebaliknya. Pilot pesawat Angkatan Udara Amerika dalam simulasi terbangnya akan berkedip lebih sering ketika berada di zona aman, dibandingkan ketika berada dalam zona musuh. Hal ini dipicu rasa takut akan kurangnya informasi yang diperoleh di tempat musu

Hewan pun Berkedip

Seperti manusia, ternyata hewan pun berkedip, kecuali hewan-hewan seperti ikan, ular dan binatang lainnya yang tidak memiliki kelopak mata. Ada pula beberapa hewan lain seperti hamster yang berkedip hanya dengan satu mata. Tahun 1927, WP Blount menerbitkan sebuah buku tentang hewan yang berkedip, Studies of the Movements of the Eyelids of Animals: Blinking.

Bagaimana, apakah anda sudah tahu fakta-fakta unik dan menarik di balik kedipan mata? Anda juga bisa berbagi ilmu dengan teman dan sahabat mengenai fakta unik dan menarik di balik kedipan mata yang secara alami pasti terjadi pada manusia.