Seorang Siswa Jenius Berhasil Menciptakan Satelit Terkecil

Seorang Siswa Jenius Berhasil Menciptakan Satelit Terkecil

Satelit ini dinamai sebagai Kalamsat

Akhir-akhir ini telah di jumpai keajaiban dari seorang anak yang berasal dari negara India. Anak jenius ini telah berhasil membuat sebuah alat yang berukuran kecil yang dinamai dengan setelit. Satelit mini itu diciptakannya menggunakan printer 3 dimensi dan menggunakan bahan serat karbon. Dia berusia 18 tahun dan namanya disebut Rifath Sharook dari kota Pallapatti di Tamilnadu. India yang telah merancang KalamSat, diklaim sebagai satelit ringan dan terkecil di dunia untuk NASA. Bukan untuk kali ini dari India yang memiliki otak-otak jenius. India telah memperlihatkan banyak keajaiban anak muncul dari negara tersebut.

Baik itu Akrit Jaswal, anak laki-laki yang dilakukan operasi pertama pada usia 7 atau Darikris Shrikanth, diakui sebagai Direktur termuda di dunia oleh Guinness Book of World Records atau Kautilya Pandit, 8-year-old Ambrosini dengan memori yang luar biasa, bernama sebagai Google Boy India. Rifath Sharook telah merancang kamalsat yang diklaim sebagai satelit ringan dan terkecil di dunia untuk NASA. Beratnya hanya 64 gram. KalamSat, yang dinamai ilmuwan nuklir dan mantan Presiden, APJ Abdul Kalam. Selain paling kecil, ini juga setelit paling ringan di dunia.

Shaarook, yang berasal dari Kota Pallapati, Negara bagian Tamil Nadu, India Selatan, bukan siswa sembarangan. Dia salah satu ilmuwan utama di Space Kidz India yang berkantor pusat di Chennai. Dia telah berhasil dengan penemuan yang sangat luar biasa, yang dirancang dengan begitu akurat. Dari bentuknya yang sangat kecil dan memiliki kualitas tinggi. India akan meluncurkan ini pada roket SR-4 dari Wallops Space Flight fasilitas di Virginia, Amerika Serikat pada 21 Juni. Ini adalah pertama kalinya bahwa NASA akan melakukan percobaan siswa India untuk penerbangan angkasa bawah orbit. Dengan banyaknya penemuan-penemuan baru yang sangat berguna untuk dipakai sebagai perkembangan zaman.

Satelit ini tidak akan mengorbit di bumi

Satelit ini dinamakan sebagai Kalamsat, yang sudah terpasang dengan komputer mini tercanggih dan delapan sensor untuk mengukur kecepatan, rotasi, hingga atmosfes magnet bumi. Bagaimana Sharook mendapatkan percobaan melalui NASA? Sharook di proyek yang pertama akan diproduksi melalui 3D printing yang dipilih melalui kontes, Kubus dalam ruang, disponsori bersama oleh NASA dan organisasi Aku belajar Doodle. Rancangan satelit Kalamsat menang dalam kompetisi Cube in Space yang digelar Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Satelit ini telah dirancang oleh orang yang bisa dikatakan masih belum cukup umur. Tapi kenyataan yang terjadi seperti yang udah kita lihat, anak ini bisa merancang satelit ini dengan sempurna. Meski rencananya akan diluncurkan oleh NASA, Sharook mengatakan bahwa satelit ini terbuat dari karbon diperkuat serat polimer. Tahap misi ruang angkasa akan 240 menit, di mana satelit akan beroperasi selama 12 menit di lingkungan mikro-gravitasi ruang sebelum itu dimulai rute ke bawah kembali ke arah Samudra. Tujuan proyek adalah memberikan motivasi untuk merencanakan misi luar angkasa ekonomis di masa depan.

Peran utama satelit

Sharook mengatakan satelit ini akan diluncurkan dari landasan peluncuran satelit di Wallop Island Facility. Sharook sendiri keluar sebagai pemenangan dalam sebuah kompetisi bertajuk “Cube in Space” yang digelar NASA bersama sebuah perusahaan antariksa bernama idoodle.

Peran utama satelit akan menunjukkan kinerja serat karbon dicetak 3-D,” Sharook seperti dikutip oleh kali India (TOI). Rancangan satelit Kalamsat menang dalam kompetisi Cube in Space yang digelar Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Kalamsat mengalahkan 86 ribu desain dari 57 negara. Tantangan utama kontes adalah untuk menciptakan sebuah eksperimen yang akan masuk ke dalam kubus setinggi empat dan berat persis 64 gram sehingga dapat terbang ke ruang. Pembuatan setelit ini memakan biaya yang dikatakan termasuk murah. Shaarook menuturkan Kalamsat hanya memakan biaya US$ 1.561 atau sekitar Rp 21 juta.

Dia berkata, Kami melakukan banyak penelitian tentang satelit kubus berbeda seluruh dunia dan kami menemukan yang paling ringan. Berbicara tentang pengalamannya, Sharook mengatakan, “Kami merancang itu benar-benar dari awal. Itu memiliki jenis komputer baru yang onboard dan delapan adat built-in sensor untuk mengukur percepatan, rotasi dan magnetosfer bumi. Kami memperoleh beberapa komponen dari luar negeri dan beberapa adat. Sebagai satelit beratnya kurang dari 0.1 kg, telah jatuh dalam kategori kelompok femto. Batu dalam Space kontes, di mana satelit ringan Sharook’s muncul sebagai pemenang dalam program ruang Kidz India, menginspirasi siswa untuk merancang percobaan yang bisa dikirim ke ruang.

Tujuannya adalah agar membantu anak-anak dari seluruh dunia belajar untuk memecahkan masalah, agar mereka terinspirasi tentang belajar, belajar keterampilan dan mengembangkan kepentingan yang akan mempersiapkan mereka untuk berhasil di masa depan. Ini bukanlah pertama kalinya Sharook menciptakan sesuatu yang unik. Pada tahun 2015, ia juga telah meluncurkan sebuah balon cuaca helium 1.200 g ke atmosfer.