Proses Pertumbuhan Kopi Menurut Ilmu Sains

Proses Pertumbuhan Kopi Menurut Ilmu Sains

Kopi adalah sejenis minuman yang digemari banyak orang. Selain untuk membuat mata tidak mengantuk, kebiasaan minum kopi juga dipengaruhi oleh gaya hidup manusia, baik yang ada di pedesaan maupun kota. Semua orang pasti tau kopi itu apa.

Perubahan Iklim Berpengaruh Terhadap Pertumbuhan Kopi

Perubahan iklim adalah pergeseran pola cuaca dan curah hujan di suatu negara yang memiliki perkebunan kopi, dapat mengancam pertumbuhan kopi tersebut. Gangguan iklim memiliki dampak negatif terhadap kesuburan tanaman yang sebagian besar ditentukan oleh curah hujan dan sinar matahari. Selain itu, suhu panas dan pola cuaca juga dapat mengganggu tanaman tersebut dan dapat membuat tanaman kopi lebih rentan terhadap hama dan penyakit, yang menyebabkan hasil panen dan kualitas biji kopi berkurang.

Seperti yang disorot dalam sebuah laporan terhadap perubahan iklim dalam produksi dan adaptasi kopi. Dampak negatif dari keseluruhan kondisi cuaca ekstrim adalah pengurangan kuantitas dan kualitas kopi tersebut. Biaya yang dikeluarkan pun pasti meningkat karena tanaman kopi ini telah rusak.

Sebagian gangguan iklim sangat disalahkan untuk penyakit yang dapat merusak pertumbuhan kopi ini yang disebut sebagai karat daun. Ini juga dapat menyerang kehidupan produksi kopi di dunia. Cuaca berpengaruh terhadap kualitas kopi. Karat daun kopi adalah sebuah penyakit jamur. Penyakit seperti ini juga terjadi di Afrika yang terus mengancam pertumbuhan kopi mereka.

Pembentukan Primordia Bunga

Pembentukan primordia bunga dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Fotoperiodisitas; tanaman kopi termasuk tanaman hari pendek yaitu tanaman ini akan membentuk primordia bunga bila hari siang lebih pendek dari malam.
  2. Intensitas cahaya; primordia bunga terbentuk bila intensitas cahaya matahari tinggi. Pada cabang-cabang yang terlindung sehingga sinar matahari tidak dapat masuk, maka cabang tersebut tidak banyak menghasilkan bunga bahkan akan terdorong untuk mengadakan pertumbuhan generatif.
  3. Temperatur; pengaruh temperatur terhadap pembentukan primordia bunga terjadi bila temperatur meningkat sampai 30o C pada siang hari dan 23o C pada malam hari maka akan banyak primordia bunga yang terbentuk.
  4. Kandungan air; pembentukan primordia bunga terjadi bila kandungan air tanaman rendah.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut di atas maka saat pembentukan primordia bunga dimulai sejak akhir musim hujan dan awal musim kemarau. Setelah musim kemarau berjalan kira-kira dua bulan, primordia bunga tidak terbentuk lagi. Pada cabang berumur satu tahun primordia bunga terbentuk pertama pada ruas yang paling tua lalu menuju ke ujung, tetapi pada cabang yang berumur dua tahun, primordia bunga terbentuk pada pertengahan cabang kemudian menggeser ke arah ujung dan pangkal.

Untuk merangsang pembentukan primordia bunga dilakukan usaha untuk memasukkan sinar matahari ke dalam tanaman kopi antara lain dengan pemangkasan tanaman kopi dan pemangkasan naungan. Kuncup bunga yang telah mencapai panjang 10—12 mm maka pertumbuhannya akan terhenti dan memasuki stadium istirahat, tetapi bunga masih kuncup, berwarna hijau, berbentuk seperti lilin sehingga disebut “stadia lilin hijau”.

Rasa Arabika dan Robusta

Arabika, memiliki berbagai macam rasa yang bisa dibilang cukup banyak (tergantung pada varietasnya). Ada kisaran perberbedaan rasa dari manis, lembut sampai ke tajam. Ketika biji kopi arabika belum di roasting, biji kopi arabika memiliki aroma seperti blueberry. Aroma biji kopi arabika yang sudah di roasting digambarkan seperti parfum yang memberikan aroma buah dan manisan.

Robusta, di sisi lain memiliki rasa yang netral untuk berbagai rasanya yang terkesan berat dan sering diibaratkan seperti memiliki rasa seperti “oatmeal“. Ketika biji kopi robusta belum di roasting, aroma biji kopi robusta digambarkan seperti kacang-kacangan mentah.

Tempat Lingkungan Tumbuhan kopi

Biji kopi arabika yang dikenal rapuh dan harus tumbuh pada iklim subtropis dalam suasana dingin. Biji kopi arabika juga membutuhkan lingkungan dengan banyak kelembaban, tanah yang subur, teduh dan sinar matahari yang cukup. Karena kerapuhannya, biji kopi arabika sangat rentan terhadap serangan dari berbagai hama dan dapat juga mudah rusak oleh suhu yang terlalu dingin ataupun juga karena penanganan yang buruk. Jenis biji kopi ini tumbuh pada ketinggian yang lebih tinggi (sekitar 1000-2000 meter).

Sebaliknya, biji kopi robusta berasal dari tanaman yang tangguh, mampu tumbuh di ketinggian lebih rendah sekitar 200-700 meter. Biji kopi robusta tidak begitu rentan terhadap kerusakan yang dilakukan oleh hama. Selain itu, biji kopi robusta menghasilkan lebih banyak produksi biji kopi dan membutuhkan biaya produksi yang terbilang cukup rendah daripada arabika.

Tidak ada yang lebih baik disini, semua kembali pada masing-masing pribadi. Tetapi, jika kamu harus memilih antara biji kopi arabika dan biji kopi robusta, sangat penting NgopsKuy! sarankan untuk kamu selalu memilih arabika, tapi bukan karena robusta tidak baik loh ya.

Robusta mendorong perkembangan penggunaan mono-cropping, dimana praktek pertumbuhan tanaman yang sama setiap tahun di satu tempat. Ini menghasilkan lebih banyak ruang karena melibatkan penebangan liar hutan untuk tanaman. Karena tanaman robusta lebih tangguh daripada arabika dan dapat tumbuh di lebih banyak tempat. Perusahaan besar kopi membeli hutan hujan dalam jumlah besar, penebangan liar tanaman pada tanah biji kopi robusta.

Biji kopi robusta sering dicampur dengan biji kopi arabika, yang memungkinkan perusahaan kopi untuk menyimpan “uang lebih” dan memberikan kamu secangkir kopi yang kurang nikmat (karena biji kopi yang dicampur). Belum lagi, bila mono-cropping dilakukan berlebihan juga dapat mengakibatkan pengikisan tanah dan menghancurkan nutrisi tanah hingga membuat tanah menjadi hampir tidak dapat digunakan.

Pemangkasan berbatang ganda lebih diarahkan pada peremajaan batang. Pemangkasan berbatang ganda lebih sesuai bagi daerah-daerah yang basah yang letaknya rendah, dimana pertumbuhan batang-batang baru berjalan lebih cepat. Sebaliknya, pemangkasan berbatang ganda kurang sesuai untuk tanaman-tanaman tua yang telah lemah daya regenerasinya. Pemangkasan bentuk dilakukan pada tanaman kopi yang masih muda, baik dari semaian, sambungan ataupun dari rejuvinasi, dengan tujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang.

Dalam hal ini tanaman kopi muda belum produktif, pertumbuhannya diarahkan untuk membentuk suatu kerangka mahkota pohon sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Pemangkasan produksi umumnya dilakukan pada tanaman yang telah produktif dengan tujuan untuk mempertahankan keseimbangan kerangka tanaman yang telah diperoleh melalui pemangkasan bentuk.