Negara Eropa Incar Proyek Energi Baru Terbarukan

Negara Eropa Incar Proyek Energi Baru Terbarukan

Pemerintah Inggris baru-baru ini telah mengumumkan rencana untuk tahap pemakaian batubara sepenuhnya. Inggris berencana untuk mengganti batubara dengan nuklir dan gas. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor asal Inggris dan Belanda menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia dengan nilai mencapai US$ 370 juta atau Rp 5,1 triliun di sektor energi baru dan terbarukan.

Tempat penampungan akhir sampah menghasilkan sejumlah gas karena limbah yang dipendam di dalamnya mengalami pencernaan anaerobik. Secara kolektif, gas-gas ini dikenal sebagai landfill gas (LFG) atau gas tempat pembuangan akhir sampah. Landfill gas bisa dibakar, baik secara langsung untuk menghasilkan panas atau menghasilkan listrik bagi konsumsi publik. Landfill gas mengandung sekitar 50% metana, gas yang juga terdapat di dalam gas alam.

Uni Eropa menyatakan energi yang diimpor lebih dari setengah dari energi yang mereka gunakan atau bisa di katakan sekitar (53,4%).

Investor Proyek

Strategi dokumen yang ada di tempat ini tujuannya untuk merencana pemotongan emisi gas rumah kaca untuk semua negara secara bertahap pada tahun 2050. Beberapa negara Eropa mulai mengincar proyek energi baru dan terbarukan. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investor asal Inggris dan Belanda menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia dengan nilai mencapai US$ 370 juta atau Rp 5,1 triliun di sektor energi baru dan terbarukan.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan investor Inggris membidik proyek pembangkit listrik tenaga surya di beberapa wilayah Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia bagian timur. Kapasitas yang akan dibangun sebesar 200 megawatt dengan nilai investasi US$ 250 juta. Sementara investor asal Belanda berminat untuk mengikuti lelang proyek persampahan Legok Nangka di Provinsi Jawa Barat.

Negara-negara maju dan berkembang makin giat mengurangi ketergantungannya kepada energi fosil, dan menggenjot energi terbarukan. Dalam pertemuan itu, sejumlah negara maju di Eropa dan juga Amerika Serikat serta Jepang, menceritakan bagaimana negaranya tengah terus mengembangkan energi terbarukan.

Rencananya, kedua investor tersebut akan menandatangani komitmen investasi dengan mitra lokal atau Badan Usaha Milik Negara kelistrikan pada April 2016. Saat ini kantor perwakilan BKPM di London masih terus memfasilitasi investor tersebut dan berusaha mempertemukan dengan calon mitra lokal berupa perusahaan Indonesia atau pun dengan BUMN kelistrikan di Indonesia. Dengan begitu, minat investasi di pembangkit listrik bisa segera direalisasikan.

“BKPM akan terus mendukung mulai dari proses perizinan hingga komersialisasi,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Jumat, 4 Maret 2016. China jadi salah satu negara dengan investasi energi terbarukan terbesar di dunia. Sepertiga dari investasi energi terbarukan dunia di 2015 disumbang oleh China. Demikian juga Jepang dan India. Investasi energi terbarukan Asia di 2015 mencapai US$ 161 miliar. Kemudian Uni Eropa US$ 52 miliar dan AS sebesar US$ 51 miliar.

Investasi dari Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman

“Energi terbarukan saat ini sudah mainstream di dunia,” kata Dirjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM, Rida Mulyana yang mewakili delegasi Indonesia, di sela pertemuan tersebut. Pejabat Promosi Investasi Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London Nurul Ichwan mengatakan selain Inggris, investor asal Belanda juga berpotensi menanamkan investasinya di Indonesia. Apalagi investor tersebut sangat mendukung konsep kota pintar atau smart city di Indonesia.

Investor asal Belanda ini memiliki kapasitas secara teknologi dan memiliki pengalaman dalam pembangunan infrastruktur sampah menjadi energi di wilayah perbatasan Jerman dan Belanda. “Sementara dari sisi finansial, investor tersebut didukung oleh beberapa perusahaan besar asal Belanda dan perbankan asal Eropa.” Jenis energi terbarukan yang paling banyak dikembangkan dunia adalah, tenaga matahari dan tenaga angin. Secara total, listrik dari energi terbarukan di dunia jumlahnya mencapai 640 gigawatt di 2015 lalu.

Contoh negara yang energi terbarukannya berkembang pesat adalah Denmark. Listrik dari energi angin di Denmark mampu memenuhi 116% dari kebutuhan domestik, artinya ada surplus pasokan listrik. Kemudian Portugal, yang 65% pasokan listrik domestiknya dari energi angin di Desember 2025. Lalu pada 8 Mei 2016, sebanyak 95% dari kebutuhan listrik domestik di Jerman dihasilkan dari energi matahari dan angin.

Perkembangan energi terbarukan di dunia diikuti oleh teknologinya. Semakin maju teknologi yang dipakai, maka ongkos investasi dan tarif listrik energi terbarukan bakal lebih murah. Dengan begitu akan makin bersaing dengan listrik dari energi fosil. Inggris dan Belanda masuk dalam tujuh negara Eropa yang menjadi prioritas pemasaran investasi BKPM.

Merujuk data BKPM terkait dengan komitmen investasi dari negara-negara Eropa pada bulan Januari 2016 mencapai Rp 6,53 triliun, naik hampir 10 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 670 miliar. Kenaikan komitmen investasi Eropa tersebut melanjutkan tren positif 2015, di mana komitmen investasi Eropa sepanjang tahun lalu naik 16 persen menjadi Rp 37,3 triliun dibandingkan 2014 sebesar Rp 32,2 triliun.

Mayoritas minat investasi dari negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Jerman dan Perancis mengalami pertumbuhan. Komitmen investasi dari beberapa negara Eropa pada Januari 2016 antara lain: Belanda sebesar Rp 4,38 triliun, Inggris 1,12 triliun, Jerman Rp 590 miliar dan Perancis Rp 123 miliar.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan ,Nus Nuzulia Ishak mengatakan Slovenia juga berminat untuk membangun pembangkit listrik tenaga air. Masuknya investasi Slovenia akan membantu target pemerintah mewujudkan bauran energi 23 persen pada 2025. “Mereka juga bisa transfer pengetahuan dan teknologi bidang EBT.

Inilah artikel mengenai investor energi di Eropa.