Ditemukan Planet Terpanas Di Alam Semesta

Ditemukan Planet Terpanas Di Alam Semesta

Sekelompok peneliti dari Vanderbilt University dan Ohio State University menemukan planet luar surya (eksoplanet) yang sangat panas. Saking panasnya bahkan permukaan planet ini lebih panas daripada kebanyakan bintang. Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan di jurnal Nature, planet bernama KELT-9b ini berada 650 tahun cahaya dari Bumi. Tidak seperti kebanyakan eksoplanet, suhu permukaannya mencapai sekitar 4.300 derajat Celsius di siang hari.

Planet mana yang paling panas di alam semesta? Jika kamu berpikir Mars atau Venus, bisa jadi salah. Belum lama ini, sekelompok ilmuwan NASA menemukan planet baru yang suhunya diklaim paling panas di alam semesta. Tercatat, suhu planet tersebut bisa mencapai 4.326 derajat Celsius!

WASP-12b adalah Planet yang Paling Cepat Mengorbit

Pada saat ini, planet yang suhunya paling panas di alam semesta adalah planet bernama WASP-12b. Planet itu menyala dalam suhu 2.200 derajat Celcius dan mengorbit bintangnya lebih cepat serta lebih dekat dibanding planet lain, karena mengitari bintangnya dalam sehari. Sebagai perbandingan, planet di tata surya kita yang paling cepat mengorbit Matahari adalah Merkurius, yang mengorbit Matahari 88 hari sekali. Sebelumnya, orang-orang menduga tidak ada planet yang dapat mengitari bintangnya dalam sehari.

Namun, planet WASP-12b dapat mencapai waktu orbit secepat itu karena berada sangat dekat dengan bintangnya, dengan jarak sekitar 3,4 juta kilometer atau hanya 2 persen dari jarak Bumi ke Matahari. Karena itu pula, WASP-12b merupakan planet dengan suhu paling panas, sekaligus planet yang memiliki waktu putar terpendek dalam mengitari bintangnya. WASP-12b adalah planet gas, sekitar 1,5 kali massa Jupiter dan ukurannya hampir dua kali lipatnya. Planet itu berjarak sekitar 870 tahun cahaya dari Bumi dan penemuan planet itu pun memberikan gambaran pada para ilmuwan mengenai sedekat apa jarak sebuah planet dengan bintang tanpa menjadi hancur.

Seperti kita tahu, ada batasan jarak antara planet dengan bintang yang memungkinkan keduanya tetap dalam kondisi baik. Semakin dekat sebuah planet terhadap bintangnya, pengaruh radiasinya akan makin kuat dan dalam satu titik planet itu bisa hancur mendidih karena panas yang dipancarkan bintangnya. Meski planet WASP-12b termasuk planet panas dan dianggap sebagai planet dengan suhu paling panas, namun ia bukan sebuah bintang, karena massanya tidak cukup besar untuk menghasilkan reaksi panas nuklir yang menjadi ciri sebuah bintang.

KELT-9b adalah Planet Paling Panas

Planet ini dinamai dengan sebutan “KELT-9b” dan berlokasi 650 tahun cahaya dari Bumi. Jika dihitung, jaraknya cukup dekat dari Tata Surya. Setidaknya, butuh waktu satu hari setengah untuk bisa mencapai orbit KELT-9b. Ukurannya sangat besar. Bahkan, bisa tiga kali lebih besar dari Jupiter. KELT-9b berada di konstelasi Cygnus. Suhunya lebih panas dari semua bintang-bintang yang hidup di alam semesta.

KELT-9b sendiri memiliki bintang yang berputar dengan tekanan gravitasi besar, seperti layaknya Bulan ke Bumi. Namun, karena suhu planet terlampau panas, ia dapat memancarkan radiasi ekstrem. Alhasil, molekul kandungan air, karbon dioksida dan metan tidak dapat terbentuk di planet tersebut. KELT-9b adalah jenis planet yang terbentuk dari sebuah massa, namun atmosfernya terbuat dari elemen berat seperti sodium, potassium hingga hidrogen dan helium yang bisa jadi komponen utama, terang Gaudi.

Sebagai perbandingan, kebanyakan bintang hanya bersuhu 920 Celsius, jauh lebih dingin dari permukaan Matahari yang sekitar 5.500 Celsius. Bahkan planet Merkurius yang berada di dekat Matahari saja hanya mencapai suhu 420 Celsius di permukaannya. Setiap 1,5 hari, KELT-9b membuat orbit penuh mengelilingi bintang yang dua kali lebih panas (mencapai suhu sekitar 9.900 Celsius) dan hampir 2,85 kali ukuran Matahari kita.

Sementara, meski eksoplanet ini berukuran hampir dua kali ukuran Jupiter, namun kepadatannya hanya separuh planet tersebut. Hal ini terjadi karena radiasi ekstrem dari bintang inangnya yang dikenal dengan nama KELT-9. Radiasi yang ekstrem ini telah menyebabkan planet ini menjadi mengembang. Proses ini juga dengan cepat menghancurkan eksoplanet tersebut dan akan menyebabkannya menguap dalam beberapa ratus juta tahun mendatang.

Dengan begitu besarnya radiasi yang menyentuh permukaan planet hingga ke molekul dasar, turut menyebabkan air, karbon dioksida dan metana tidak dapat terbentuk. Namun karakteristik pada sisi malam masih misterius. Molekul mungkin bisa terbentuk di sana, tapi mungkin hanya sementara. Sebagai perbandingan, kebanyakan bintang hanya bersuhu 920 Celsius, jauh lebih dingin dari permukaan Matahari yang sekitar 5.500 Celsius. Bahkan planet Merkurius yang berada di dekat Matahari saja hanya mencapai suhu 420 Celsius di permukaannya.

Setiap 1,5 hari, KELT-9b membuat orbit penuh mengelilingi bintang yang dua kali lebih panas (mencapai suhu sekitar 9.900 Celsius) dan hampir 2,85 kali ukuran Matahari kita. Sementara, meski eksoplanet ini berukuran hampir dua kali ukuran Jupiter, namun kepadatannya hanya separuh planet tersebut. Hal ini terjadi karena radiasi ekstrem dari bintang inangnya yang dikenal dengan nama KELT-9. Radiasi yang ekstrem ini telah menyebabkan planet ini menjadi super panas dan “mengembang”. Proses ini juga dengan cepat menghancurkan eksoplanet tersebut dan akan menyebabkannya menguap dalam beberapa ratus juta tahun mendatang.

Dengan begitu besarnya radiasi yang menyentuh permukaan planet hingga ke molekul dasar, turut menyebabkan air, karbon dioksida dan metana tidak dapat terbentuk. Namun karakteristik pada sisi malam masih misterius. Molekul mungkin bisa terbentuk di sana, tapi mungkin hanya sementara.

Inilah artikel mengenai planet terpanas di alam semesta. Semoga dapat menambah wawasan kalian.