Waspadai, Virus Zika Memberi Dampak Yang Berbahaya

Waspadai, Virus Zika Memberi Dampak Yang Berbahaya

Virus Zika merupakan Flavivirus kelompok Arbovirus bagian dari virus RNA. Pertama kali diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda, jadi sepertinya Zika sendiri merupakan nama hutan tempat dimana virus ini berhasil diisolasi. Selanjutnya beberapa negara Afrika, Asia khususnya Asia tenggara, Mikronesia, Amerika Latin, Karibia melaporkan penemuan virus Zika ini. Virus Zika disebabkan oleh spesies Aedes yang menyebabkan gejala demam.

Apakah virus Zika ini sudah ada di Indonesia? Tahun lalu 2015, lembaga Eijkman Jakarta telah berhasil mengisolasi virus Zika ini di Indonesia. Virus Zika yang telah menginfeksi manusia dapat menimbulkan beberapa gejala seperti demam, nyeri sendi, konjungtivitis (mata merah) dan ruam. Gejala-gejala penyakit Zika dapat menyerupai gejala penyakit dengue dan chikungunya, serta dapat berlangsung beberapa hari hingga satu minggu.

Namun studi terbaru menunjukkan, virus Zika juga memberi dampak berbahaya bagi otak individu dewasa dan menyebabkan kerusakan parah serta permanen.

Penyebab Virus Zika

Penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Virus Zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit dengue/demam berdarah. Virus Zika disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes yang terinfeksi. Nyamuk ini menjadi terinfeksi setelah menggigit penderita yang telah memiliki virus tersebut.

Nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan hidup serta berkembangbiak di dalam maupun luar ruangan yang dekat dengan manusia, terutama di area yang terdapat genangan air. Akibat virus Zika, ribuan bayi telah lahir dengan kondisi otak yang belum berkembang sepenuhnya. Di sejumlah kawasan, status darurat nasional telah diberlakukan untuk mengatasi penyebaran virus Zika.

Walaupun jarang, virus Zika dapat ditransmisikan dari seorang ibu ke bayinya. Virus Zika berkemungkinan ditularkan dari seorang ibu hamil pada janin di dalam kandungannya. Dapat pula bayi tertular pada waktu persalinan. Hingga saat ini, kasus penularan virus Zika melalui proses menyusui belum ditemukan sehingga ahli medis tetap menganjurkan ibu yang terinfeksi untuk tetap menyusui bayinya.

Selain itu, terdapat beberapa laporan virus Zika yang penularannya terjadi melalui tranfusi darah dan hubungan seksual.

Gejala Virus Zika

Selain gejala umum yang telah disebutkan, gejala lain virus Zika yang ditemukan adalah sakit kepala, nyeri di belakang mata dan lelah. Gejala ini umumnya bersifat ringan dan berlangsung hingga sekitar satu minggu. Beda dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi ini mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis. Pasien juga akan merasakan sakit kepala.

Pemeriksaan laboratorium sederhana biasanya hanya menunjukkan penurunan kadar sel darah putih seperti umumnya infeksi virus lainnya. Berbeda dengan infeksi demam berdarah, infeksi virus Zika tidak menyebabkan penurunan kadar trombosit. Serangan bertahap pada sel-sel tersebut menyebabkan mengkerutnya otak serta kerusakan proses kognitif.

Mengenai periode inkubasi virus Zika masih belum diketahui, namun kemungkinan berlangsung hingga 2-7 hari semenjak pasien terpapar virus ini (terkena gigitan nyamuk penjangkit). Walaupun jarang, dapat terjadi kasus berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit, bahkan kematian.

Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal. Melihat dari gejala yang menyerupai banyak penyakit lain, pemeriksaan terhadap rute perjalanan yang pernah dilakukan oleh pasien, khususnya ke area-area yang memiliki kasus infeksi virus Zika dapat membantu mempersempit diagnosis.

Sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan yang bisa menyembuhkan virus Zika, sehingga pasien yang terpapar dianjurkan beristirahat dan minum banyak cairan. Akan tetapi, kekhawatiran terbesar adalah imbas virus Zika terhadap janin di kandungan lantaran bisa menyebabkan pengecilan otak atau mikrosefali.

Apakah yang dimaksud dengan mikrosefali?

Mikrosefali adalah suatu kondisi seorang bayi yang lahir dengan kepala kecil karena otak mereka tidak berkembang sepenuhnya di dalam kandungan. Tingkat keparahannya beragam, namun bisa mematikan apabila otak sang bayi sangat tidak berkembang dan tidak mampu mengatur fungsi-fungsi vital di dalam tubuh. Beberapa bayi yang meninggal dunia memiliki virus Zika di dalam otak. Virus itu bahkan dideteksi di dalam plasenta dan air ketuban.

Kalaupun ada bayi yang selamat dari kondisi mikrosefali, mereka biasanya menghadapi disabilitas intelektual dan penundaan perkembangan tubuh. WHO mengatakan ada ‘kesepakatan saintifik’ bahwa Zika menyebabkan mikrosefali dan Sindrom Guillain-Barre.

WHO khawatir virus Zika menyebar jauh dan cepat dan menimbulkan konsekuensi yang parah. Dengan menyatakan Zika sebagai “darurat kesehatan publik yang menjadi kekhawatiran internasional” virus tersebut dinyatakan sebagai ancaman global. Virus Zika kini sama pentingnya dengan virus Ebola. Namun, tidak seperti virus Ebola yang mendapat penanganan serius di kawasan yang terpapar, fokus pada virus Zika dititik beratkan terhadap kaitannya dengan mikrosefali.

WHO akan mengoordinasikan uji coba dengan badan kesehatan sejumlah negara untuk menentukan seberapa besar risikonya. WHO juga mendorong berbagai upaya untuk membasmi nyamuk yang menyebarkan virus Zika selagi mencari pengobatan atau vaksin untuk menghentikan virus tersebut.

Bagaimana Virus Zika Disebarkan?

Virus Zika disebarkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk-nyamuk inilah yang juga menyebarkan demam berdarah dan virus chikungunya. Spesies nyamuk ini dapat ditemukan di Benua Amerika, kecuali Kanada dan Cile karena cuaca di sana terlalu dingin. Nyamuk ini juga banyak berkembang biak di Benua Asia. Kemudian, tidak seperti nyamuk penyebar malaria, nyamuk penyebar Zika aktif pada pagi dan siang hari.

Jika nyamuk-nyamuk itu mengisap darah orang yang terpapar Zika, nyamuk-nyamuk tersebut dapat menularkan Zika ke orang berikutnya yang mereka hisap darahnya. Penularan melalui hubungan seksual.

Pencegahan Virus Zika

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:

  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut dan tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  • Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.
  • Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  • Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  • Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.

Bagaimana menurut kalian tentan virus Zika ini? Ini salah satu virus yang sangat berbahaya. Jadi sebelum kalian terkena virus ini, lakukanlah hal-hal yang dapat mencegahnya terlebih dahulu.