Gila, Dr. Frankenstein Melakukan Operasi Transplantasi Kepala Pertama di Dunia

Gila, Dr. Frankenstein Melakukan Operasi Transplantasi Kepala Pertama di Dunia

Ahli bedah saraf asal Italia, Sergio Canavero mengumumkan rencananya mengenai operasi transplantasi kepala pertama di dunia, yakni terhadap Valery Spiridonov, seorang pria asal Rusia yang berumur 31 tahun. Rencana ini berawal dari calon pasien itu sendiri yakni Spiridonov, seorang ilmuwan komputer yang menderita penyakit Werdnig-Hoffman. Ahli bedah ini berani melakukan tranplantasi ini karena pasiennya sendiri ingin melakukannya.

Karena dia sudah tidak kuat lagi dengan penyakit yang dideritanya itu yang menyebabkan dia rela melakukan itu. Padahal ini termasuk operasi yang sangat berat, selain itu saraf kita dibagian kepala terhubung keseluruh tubuh. Apa dia sudah gila yah, sampai dia memberanikan dirinya agar melakukan operasi macam itu. Kalau di bilang ini tindakan yang sangat konyol, padahal melakukan transplantasi ini sangat mengancam nyawanya sendiri.

Apa itu Werdnig-Hoffman?

Werdnig-Hoffman merupakan penyakit yang diturunkan karena terjadinya kerusakan atau kehilangan lengkap motor neuron di tanduk enterior dari sumsum tulang belakang. Penyakit yang satu ini paling sering mempengaruhi otot-otot kaki, kepala dan leher yang menyebabkan ketidakmampuan untuk menahan kepalanya, merangkak, berjalan, sendirian walet, bernapas, berkedip.Sensitivitas dari bagian yang terkena tubuh tidak menderita, dan penyakit tidak mempengaruhi perkembangan mental dan motorik.

Werdnig-Hoffmann adalah kelainan genetik yang paling umum meskipun fakta bahwa itu sangat jarang terjadi. Penyakit ini diwariskan secara resesif autosomal. Dalam hal ini kedua orang tua adalah pembawa gen abnormal, tetapi mereka memiliki penyakit tidak memanifestasikan dirinya. Itulah pengertian dari penyakit Werdnig hoffman tersebut. Satu hal lagi, karena penyakit ini termasuk penyakit genetik jadi tidak ada caranya untuk melakukan penyembuhan. Hanya melakukan terapi simtomatis dengan sejumlah besar obat yang berbeda.

Kesepakatan Valery Spiridonov untuk Melakukan Transplantasi

Seorang pria yang sakit parah telah mengajukan diri untuk menjadi orang pertama di dunia yang menjalani transplantasi kepala. Valery Spiridonov, 30, memiliki kondisi langka atrofi otot yang disebut penyakit Werdnig Hoffman.

Kini dia sekarang sudah membulatkan tekat untuk menjalani operasi setelah Dr Sergio Canavero mengaku mampu untuk memotong kepala seseorang dan menyambungnya ke tubuh lain. Spiridonov, seorang ilmuwan komputer di Vladimir, 120 mil dari Moskow “Keputusan saya sudah final dan saya tidak berencana untuk mengubah pikiran.”

“Apakah saya takut? Ya tentu saja. Tapi Anda harus memahami bahwa saya tidak memiliki banyak pilihan. Jika saya tidak mencoba kesempatan ini, saya akan memiliki nasib sangat menyedihkan. Setiap tahun kondisi saya semakin parah. ”

Gambaran Mengenai Operasi Transplantasi Kepala

Spiridonov adalah orang yang ingin melakukan operasi transplantasi kepala ini. Dia adalah ilmuwan komputer yang sekarang menderita penyakit Werdnig-Hoffman. Penyakit ini terbilang langka dan dapat menyebabkan otot tulang belakang serta otot-otot lainnya menjadi layu dan hingga saat ini belum ada obat yang tersedia. Dia melakukan operasi transplantasi karena dia tidak ingin merasakan sakit yang lama kelamaan makin parah. Tapi kenapa dia harus memilih hal yang menggilakan ini?. Padahal belum ada orang yang melakukan trasplantasi ini, baru dialah pertama kali yang berani melakukan percobaan operasi transplantasi kepala ini.

Meskipun menakutkan, dia tetap akan melakukannya. Biarpun banyak rintangan yang akan dia alami setelah melakukan operasinya, itu tidak jadi masalah baginya. Karena Spiridinov adalah seorang ilmuwan komputer dan Canavero merupakan seorang ahli bedah, maka terciptalah ide untuk melakukan operasi yang terbilang ‘gila’ ini.

Tahap-tahap yang Dilakukan Dalam Melakukan Operasi Transplantasi

Pertama-tama, kepala pasien akan didinginkan hingga sekitar 15 derajat celsius. Kemudian, kepala (pasien dan pendonor yang telah meninggal) akan terputus dan kepala pasien akan dilekatkan pada tubuh sang pendonor. Lalu saraf-saraf tulang belakang akan digabungkan bersama sehingga otot dan suplai darah akan terbentuk. Menurut para ahli, transplantasi kepala ini masih jauh dari kata ‘sukses’, mengingat berbagai kenyataan yang ada terutama karena sulitnya pengabungan syaraf pada tulang belakang.

Saraf yang berada di bagian kepala sangat berfungsi bagi tubuh bahkan saraf tersebut yang mengontrol otak untuk memperkerjakan tubuh. Walau demikian, saat ini Canavero tetap berfokus pada persiapannya untuk melakukan transplantasi tersebut. Dirinya tetap meyakini bahwa ia akan mampu melakukan operasi transplantasi kepala pertama di dunia ini. Setelah menjalani operasi tersebut, pasien akan terus berada pada kondisi koma selama kurag lebih satu bulan. Sementara itu, tulang belakang pasien akan dirangsang dengan elektroda untuk memperkuat koneksi saraf. Canavero memperkirakan pasien akan dapat berjalan dalam waktu satu tahun operasi.

Meski sudah dikonsepkan secara matang, para peneliti dari seluruh dunia mengkritik secara keras ahli bedah yang juga memiliki nama sapaan “Dr. Frankenstein” tersebut. Hal tersebut memang pantas untuk di protes karena melakukan operasi trasplantasi ini sangat sulit, apalagi yang dilakukan ini transplantasi untuk kepala. Sangat sulit dalam memprediksikan hasil dari operasi tersebut. Walau demikian, saat ini Canavero tetap berfokus pada persiapannya untuk melakukan transplantasi tersebut.

Dirinya tetap meyakini bahwa ia akan mampu melakukan operasi transplantasi kepala pertama di dunia ini. Desember 2017 adalah tanggal yang mereka persiapkan untuk melakukan ide ‘gila’ ini.

Bagaimana pendapat kalian mengenai operasi transplantasi kepala ini? kalau aku sendiri ini mah termasuk operasi yang sangat gila, kalau menurut kalian bagaimana? penasaran dengan hasilnya, nanti saksikan ajah dimana hari operasinya berlangsung dan gimana hasilnya berhasil atau tidak.