Ngeri, Kisah Pasangan Romantis Pembawa Maut

Ngeri, Kisah Pasangan Romantis Pembawa Maut

Berbicara soal cinta. Setiap orang pasti ingin merasakan cinta. Cinta adalah sebuah perasaan yang diberikan oleh Tuhan pada sepasang manusia untuk saling mencintai, saling memiliki, saling memenuhi, saling pengertian. Cinta itu sendiri sama sekali tidak dapat dipaksakan, cinta hanya dapat berjalan apabila kedua belah pihak ikhlas, cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri.

Karena dalam berhubungan, pasangan kita pasti menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya. Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri.

Cinta sewajarnya mengasah yang terbaik pada diri seseorang. Ketika dalam cinta, tidak ada pengorbanan yang terasa terlalu besar, tidak ada yang terasa terlalu merepotkan untuk menghadirkan senyuman pada seseorang yang istimewa. Siapa pun tentu ingin menjadi pasangan teromantis di dunia ini. Tapi bagaimana kalau pasangan yang romantis ini membawa maut. Hah? Ya, seperti keenam pasangan berikut ini.

Mereka bukan hanya dinobatkan sebagai pasangan teromantis tetapi juga sekaligus sebagai pasangan pembawa maut. Berikut ini informasinya yang terangkum dalam Pasangan ‘Romantis’ Pembawa Maut.

Tanya Bogdanovich dan Michael MacGregor

Michael MacGregor dan Tanya Bogdanovich merupakan pasangan yang sangat serasi. Mereka pertama kali berkenalan lewat situs web bondage. Dari perkenalan itu, mereka akhirnya memutuskan untuk menjalin kisah asmara hingga berjalan selama 7 bulan.

Bogdanovich berkhayal tentang tindakan memperkosa dan diperkosa. Sementara itu, MacGregor menginginkan seseorang yang membantunya mengungkapkan sisi seksual keji dirinya. Hubungan mereka selama 7 bulan dimulai dari situs web bondage. Mereka pun terlibat dalam sandiwara pemerkosaan, pencekikan erotis dan permainan pisau. Tapi sadisme itu belum seberapa.

Dikatakan sebagai pasangan serasi, karena keduanya memiliki khayalan dan tujuan yang sama. Yang di mana keduanya ingin mewujudkan khayalan tentang tindakan memperkosa dan diperkosa.

Keduanya pun akhirnya mendapat mangsa yang merupakan seorang guru taman kanak-kanak di Sarnia Southwestern Ontario. Dia adalah Noelle Paquette, 27. Saat itu, (1/1/2013), Paquette sedang berjalan pulang ke rumah dari suatu pesta, tiba-tiba saja pasangan ini menyergapnya dan kemudian melakukan khayalan mereka tersebut.

Pasangan itu memiliki hubungan terbuka dan perhatian kepada pasangan-pasangan lain malah menciptakan kekacauan. Menurut mereka, harapan satu-satunya adalah dengan memperkosa dan membunuh seseorang. Bogdanovich dan MacGregor mengincar seorang guru taman kanak-kanak bernama Noelle Paquette (27) di Sarnia, Southwestern Ontario.

Mereka memperkosa Paquette, menikamnya hingga tewas dan pergi begitu saja. Setelah itu keduanya langsung melarikan diri, namun usaha mereka berhasil dihentikan oleh polisi.

Mereka tertangkap saat mobil yang dipakainya rusak, disitulah kesempatan para polisi tersebut sehingga mereka tertangkap. Provinsi Ontario menjatuhkan hukuman penjara atas perbuatan keji itu, mereka divonis hukuman penjara seumur hidup.

Jens Soering dan Elizabeth Haysom

Hampir sama dengan kisah pasangan di atas, Elizabeth Haysom (20) yang merupakan putri seorang konglomerat perusahaan baja dari Afrika Selatan ini juga berkhayal membunuh orangtuanya. Sebab, selama hidupnya, ia selalu diawasi sehingga tidak mendapatkan kebebasan.

Sampailah akhirnya ia bertemu dengan seorang putra diplomat Jerman Barat, Jens Soering (18). Sementara itu, Jens Soering (18) adalah seorang putra diplomat Jerman Barat. Ia dikenal sebagai seorang senang bergaul. Ia kemudian menjadi kekasih Haysom, sekaligus menjadi alat kekerasan. Haysom berandai-andai membunuh orangtuanya yang terlalu mengawasi. Soering kemudian mengubah khayalan itu menjadi kenyataan. Pada April 1985, pasangan itu mengunjungi orangtua Haysom. Soering menikam mereka hingga meninggal dunia.

Selama berbulan-bulan, kejahatan mereka tidak ketahuan. Tapi kebimbangan Haysom terhadap pembunuhan itu dan kecemasan Soering mengundang kecurigaan. Guna menghindari penangkapan, mereka kabur ke Eropa dan malah ditangkap di sana. Soering mengakui pembantaian itu, walaupun kemudian menarik pengakuannya.

Meski kasus pembunuhan ini cukup lama tertutup, tapi akhirnya tercium juga karena perilaku keduanya yang sangat mencurigakan. Haysom dijatuhi hukuman penjara selama 90 tahun, sedangkan Soering divonis 2 kali hukuman penjara seumur hidup.

Christoper dan Susan Edwards

Susan Edwards dan Christoper merupakan pasangan kekasih di Forest Town, Nottinghamshire yang menggemari para selebriti Hollywood. Kegemaran mereka kepada selebriti itu ternyata membuat hati mereka buta. Demi mendapatkan benda-benda kenangan Hollywood, pasangan ini nekat mengubur orangtua Susan Edwards, yaitu Patricia dan William Wycherley, di halaman belakang rumah setelah dtembak oleh putra dan menantu mereka yang kemudian menggasak uang mereka.

Untuk menyembunyikan kematian orangtuanya, Susan Edwards mengaku sebagai orangtuanya dalam surat-menyurat, kartu-kartu kredit dan dokumen-dokumen legal. Tapi pemalsuan itu tak berjalan mulus, pada 2012, ada pemeriksaan manfaat pension William Wycherley. Karena panic, pasangan itu melarikan diri ke Prancis. Ketika diringkus, pasangan itu memiliki hutang sekitar 166 ribu poundsterling dan hanya memiliki 1 euro pada mereka. Keduanya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan harus dijalani setidaknya 25 tahun.

Dena Riley dan Richard Davis

Terakhir, datang dari pasangan kekasih Richard Davis dan Dena Riley. Pasangan ini juga termasuk salah satu pasangan romantis dan serasi. Mereka memiliki hobi yang sama, yang di mana suka menikmati narkoba dan berpesta. Davis sendiri sudah menikah dan memiliki 4 anak. Tetapi karena hobinya yang tak lazim, ia pun bercerai dengan sang istri.

Davis merupakan seorang pria yang terkenal akan kejahatannya sejak di bangku sekolah. Dia putus sekolah di kelas tujuh dengan daftar kejahatan yang cukup panjang, misalnya pemerkosaan dan sodomi. Kemudian, Davis dan Riley berjumpa di sebuah bisnis yang sama di Kansas City. Semenjak menjalin hubungan saja, pasangan ini sudah menjadi maut bagi banyak orang. Dalam setahun, pasangan ini sudah memperkosa, menyiksa dan membunuh 2 orang wanita. Mereka bahkan merekam kejadiannya.

Parahnya lagi, keponakan perempuan Davis yang masih berusia 5 tahun juga ikut menjadi korban aksi keji mereka. Hingga akhirnya, aksi keji mereka ini diketahui aparat kepolisian. Riley dijatuhi 9 kali hukuman seumur hidup, sedangkan Davis divonis hukuman mati.

Pasangan Remaja dari Inggris

Pada 2015, dua remaja Inggris, seorang pria dan seorang wanita, saling tergila-gila satu sama lain. Masa kecil yang karut marut dan pikiran-pikiran untuk bunuh diri telah mempersatukan mereka.

Tapi, yang lebih menggelora adalah niat remaja putri itu untuk membunuh pengawas makan siang di sekolahnya, Elizabeth Edwards (49). Remaja putri itu menjelaskan bahwa kebenciannya kepada Edwards sebagai “kegilaan” yang hanya bisa disembuhkan oleh kematian.

Benarlah, maut datang pada 14 April 2016. Pasangan menyelinap masuk ke dalam rumah Edwards di Spalding, Lincolnshire. Remaja putra yang tak disebut namanya itu menggorok tenggorokan korban menggunakan pisau dapur agar memutus saluran suara. Ia kemudian membunuh putri korban yang masih berusia 13 tahun, Katie. Setelah pembunuhan, pasangan itu melakukan hubungan seks.

Pada usia 14 tahun, dua remaja itu menjadi pembunuh berganda termuda yang diketahui di Inggris. Perasaan tak bersalah yang mereka tunjukan mengherankan pihak berwenang dan masyarakat pada umumnya. Hakim menjatuhkan setidaknya 20 tahun penjara.

Sekian artikel mengenai cinta romantis pembawa maut. Terima kasih