Pengertian, Tujuan, Bentuk Dan Macam Bidang Akomodasi

Pengertian, Tujuan, Bentuk Dan Macam Bidang Akomodasi

Akomodasi termasuk adaptasi sosial. Biasanya ini terjadi dalam berbagai cara mengatasi berbagai konflik. Jika ada individu atau kelompok yang terlibat dalam konflik terus menerus, maka hidupnya tidak akan berjalan dengan baik. Untuk itu konflik ini harus diselesaikan sedini mungkin untuk menciptakan hidup damai. Kita pun pasti pernah mengalami hal seperti ini.

Banyak orang yang mengalami hal seperti ini dengan berbagai macam masalah yang di hadapinya. Jadi akomodasi ini merupakan salah satu cara dalam menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiaannya. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan akomodasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, disini saya akan menjelaskannya.

Pengertian Akomodasi

Istilah ‘akomodasi’ berasal dari psikologi eksperimental, dimana itu menunjukkan bagaimana individu memodifikasi aktivitas mereka agar sesuai dengan persyaratan dunia sosial eksternal. Meskipun akomodasi memiliki asal-usulnya dalam situasi konflik, hal ini masih merupakan jenis interaksi yang sangat berbeda. Akomodasi ialah bagian dari bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif.

Interaksi sosial asosiatif yang dimana didalamnya telah ada bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif termasuk akomodasi dimana interaksi sosial asosiatif merupakan jenis-jenis interaksi sosial. Apabila akomodasi diawali dengan upaya upaya oleh pihak pihak yang bertikai untuk saling mengurangi sumber pertentangan antara dua belah pihak, sehingga intensitas konflik mereda.

Akomodasi adalah istilah yang digunakan oleh sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dimana individu dan kelompok bersaing dan berkonflik menyesuaikan hubungan mereka satu sama lain untuk mengatasi kesulitan yang timbul dalam persaingan, kontradiksi atau konflik’. Konflik memang merupakan sebuah kelaziman dalam wujud interaksi sosial, namun ia tidak bisa dibiarkan melainkan perlu diselesaikan agar tidak menghambat kegiatan sosial kita.

Adapun untuk menyelesaikan konflik, kita memerlukan adanya suatu interaksi asosiatif dalam bentuk akomodasi. Dalam situasi konflik selalu ada kekuatan yang beroperasi karena konflik tidak berlanjut tanpa batas. Kekuatan yang menciptakan perdamaian, seperti mereka yang sedang berperang dan terus beroperasi. Biasanya akomodasi diawali dengan berbagai upaya dari pihak-pihak yang mempunyai pertikaian untuk saling mengurangi konflik yang terjadi dari masing-masing pihak agar masalah yang terjadi cepet selesai.

Transisi dari keadaan perang menuju kondisi damai bisa datang dalam berbagai cara. Setelah beberapa pihak yang saling bertentangan dengan istilah tertentu. Akomodasi adalah suatu bentuk interaksi sosial di mana kita terbiasa dengan faktor-faktor yang cenderung mengarah pada konflik baik oleh kekuatan kebiasaan, atau kelembaman, atau keinginan untuk ‘hidup dan biarkan hidup’. Itu hanya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Untuk penyesuaian (fisik atau sosial), seseorang harus mengarahkan cara-cara berperilaku baru. Dalam proses penyesuaian ini, orang-orang diminta untuk mengambil urutan langkah-langkah dimana mereka didamaikan dengan kondisi kehidupan yang berubah melalui pembentukan kebiasaan dan sikap yang dibuat oleh kondisi perubahan itu sendiri.

Pengertian akomodasi mempunyai 2 arti antara lain sebagai keadaan serta sebagai proses yang sedang berlangsung. Untuk pengertian akomodasi sebagai keadaan lebih merujuk pada keseimbangan pada interaksi sosial. Sedangkan pengertian akomodasi sebagai proses lebih merujuk pada berbagai usaha manusia dalam menyelesaikan atau menyelesaikan perselisihan tanpa menghancurkan pihak lawan.

Ini melibatkan bentuk-bentuk subordinasi dan super ordinasi yang sadar dan tentatif. Istilah akomodasi biasanya digunakan untuk menggambarkan penyelesaian dari pertikaian yang terjadi di antara dua pihak tertentu.

Tujuan Akomodasi

Tujuan dari akomodasi sendiri ialah untuk dapat mengurangi dan menyelesaikan konflik antarindividu atau kelompok masyarakat sebagai akibat adanya perbedaan paham sehingga diharapkan akan timbul kerja sama diantara individu yang sedang konflik tersebut. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit diatasi sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara.

Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Akomodasi juga memiliki beberapa tujuan yaitu:

  1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang atau kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham
  2. Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok satu dengan lainnya yang hidupnya terpisah karena budaya
  3. Memungkinkan terwujudnya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
  4. Melebur kelompok sosial yang memiliki latar belakang berbeda tapi punya tujuan sama.

Karakteristik Akomodasi

  • Akomodasi adalah hasil alami dari konflik. Jika tidak ada konflik, tidak akan ada kebutuhan akomodasi
  • Akomodasi adalah universal
  • Akomodasi merupakan proses yang berkesinambungan
  • Akomodasi adalah campuran dari cinta dan kebencian

Bentuk-Bentuk Akomodasi

Akomodasi berarti adaptasi sosial yang terjadi dalam berbagai cara. Selain dari pengertian, akomodasi juga memiliki beberapa bentuk. Adapun bentuk-bentuk dari akomodasi, yang diantaranya seperti:

  • Paksaan atau tekanan

Paksaan berarti penggunaan kekuatan atau tekanan. Paksaan atau tekanan mengandaikan keberadaan partai-partai kekuatan yang tidak setara atau perbedaan antara kuat dan yang lain lemah. Dalam metode akomodasi ini pihak yang lebih lemah dari dua pihak yang bertikai tunduk pada pihak yang lebih kuat karena takut. Misalnya, yang kalah menerima keputusan atau kehendak sang pemenang. Dalam perang, negara yang menang memaksakan kehendaknya pada yang kalah.

  • Kompromi

Suatu bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian terhadap suatu konflik yang ada. Para pihak dalam proses ini mencapai kesepakatan untuk memberikan konsesi tertentu terhadap satu sama lain. Dalam bidang konsesi bersama ini, saling pengertian dimana persaingan ditunda untuk sementara dan masalah yang dihadapi diambil bersama-sama.

Sikap dasar yang dibutuhkan untuk melakukan kompromi ialah bahwa terdapat salah satu pihak yang bersedia untuk memahami dan merasakan keadaan dari pihak yang lainnya dan dengan begitu pula sebaliknya. Ketika pihak-pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang sama ingin mengganti pertikaian melalui akomodasi, metode akomodasi dikenal sebagai ‘kompromi’. Proses ini didasarkan pada prinsip memberi dan menerima.

Para pihak yang terlibat melakukan skarifikasi secara sukarela untuk satu sama lain karena mereka menyadari bahwa konflik lanjutan akan menyebabkan hilangnya energi dan sumber daya mereka. Itu sebabnya, kompromi adalah upaya sadar. Contoh kompromi sering terjadi dalam dunia politik, penyelesaian ganti rugi, atau dalam kegiatan perdagangan.

Misal ketika ada 2 partai politik yang punya kekuatan suara yang sama dalam merebut suatu kedudukan, pada umumnya mereka akan berkompromi untuk saling berbagi kuasa atas kedudukan tersebut.

  • Tolerans

Metode akomodasi dimana tidak ada penyelesaian perbedaan tetapi hanya ada menghindari konflik terbuka dikenal sebagai ‘toleransi’. Biasanya toleransi tidak terjadi secara langsung dan tanpa ada paksaan, karena toleransi biasanya terjadi karena kesadaran masing-masing pihak. Dalam metode ini, masing-masing kelompok saling menanggung. Ini didasarkan pada prinsip ‘Hidup dan biarkan hidup’. Ini adalah bentuk akomodasi tanpa perjanjian resmi.

Dengan saling memahami antara satu sama lain maka dapat tercipta akomodasi. Di sini tidak ada konsesi yang dibuat oleh salah satu pihak dan tidak ada perubahan dalam kebijakan dasar. Ini adalah metode akomodasi terbaik. Keberadaan umat Hindu, Muslim dan Kristen di India adalah contoh toleransi yang cerah. Hal ini juga dikatakan sebagai bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal yang kadang-kadang dilakukan tanpa sadar atau tanpa direncanakan, karena adanya watak dari orang perorangan atau kelompok yang tidak ingin berselisih.

  • Konversi

Proses ini terjadi ketika salah satu pihak yang bertikai mencoba untuk mengubah pengangkatannya ke sudut pandangnya dengan membuktikan bahwa dia benar dan mereka salah. Umumnya, istilah konversi digunakan dalam konteks agama untuk merujuk pada konversi ke dalam agama lain. Tapi, mungkin juga terjadi di bidang politik, ekonomi dan lainnya.

Hal ini sangat sering terjadi dalam kehidupan manusia. Dimana seseorang membela hak miliknya dan yang satunya lagi juga membela hak miliki mereka. Namun tanpa mereka sadari, itu merupakan sesuatu hal yang seharusnya tidak dipermasalahkan dengan menyebutkan milikinya itu benar. Ini juga disebut sebagai penyelesaian perselisihan yang mana salah satu pihak bersedia untuk mengalah serta dapat menerima syarat yang diajukan oleh pihak yang lainnya.

  • Sublimasi

Metode ini melibatkan substitusi sikap dan aktivitas non-agresif untuk yang agresif. Untuk menaklukkan kekerasan dan kebencian dengan cinta dan kasih sayang adalah contoh dari sublimasi.

  • Rasionalisasi

Pembenaran untuk tindakan atau perilaku berdasarkan tempat imajiner disebut reationalisation. Ini adalah metode akomodasi dimana pihak yang bertikai mencoba untuk membenarkan tindakan atau perilaku mereka atas dasar imajiner semata. Dengan demikian, rasionalisasi melibatkan alasan atau penjelasan yang masuk akal untuk perilaku seseorang daripada mengakui kesalahannya sendiri. Sebagai contoh, seorang siswa yang gagal dalam pemeriksaan karena kelalaiannya sendiri menyalahkan guru atau sistem pemeriksaan atau sistem penilaian.

  • Coercion

Coercion ialah salah satu bentuk akomodasi dimana prosesnya dilaksanakan karena ada paksaan yang mana salah satu pihak ada pada posisi yang lemah jika dibandingkan dengan pihak lawannya. Adapun pelaksanaan dari coercion dapat dilaksanakan secara kontak langsung atau secara fisik, ataupun secara psikologis.

Coercion terjadi umumnya disebabkan adanya perbedaan derajat kedudukan yang jauh berbeda antara kedua pihak dalam struktur sosial. Misalnya : perbudakan merupakan salah satu contoh coercion, yang mana interaksi sosial didasarkan kepada penguasaan dari si majikan atas budaknya tersebut.

  • Gencatan Senjata (Cease Fire)

Gencatan senjata adalah penangguhan permusuhan yang dilakukan pada jangka waktu tertentu karena adanya kemungkinan jalan keluar yang baik dalam penyelesaian konflik. Contoh gencatan senjata sering terjadi pada konflik dan perang antar negara, misalnya konflik antara Israel dan Palestina.

  • Akomodasi melalui pihak ketiga

Ketika pihak yang bersaing memiliki kekuatan yang sama dan tidak dapat menyelesaikan konflik atau perbedaan mereka, mereka mungkin berkompromi dengan bantuan pihak ketiga. Dengan upaya akomodasi pihak ketiga dicapai dengan cara arbitrase, mediasi dan konsiliasi.

  • Arbitrasi

Ketika keputusan pihak ketiga mengikat kedua pihak, metode akomodasi dikenal sebagai arbitrase. Arbitrasi merupakan cara yang dilakukan untuk meraih kompromi jika pihak-pihak yang mengalami perselisihan tidak dapat menghadapi sendiri. Arbitrasi dapat dilakukan dengan cara menghadirkan pihak ketiga yang sebelumnya telah mendapat persetujuan dari kedua belah pihak.

  • Mediasi

Mediasi (mediation) pelaksanaannya hampir mirip dengan arbitrasi, bedanya yang diundang atau yang diminta bantuannya adalah pihak yang netral. Ini adalah teknik membawa individu yang saling bertentangan dan menciptakan di dalamnya keinginan untuk mempertimbangkan kemungkinan penyelesaian perbedaan mereka. Dengan kata lain, dalam metode akomodasi ini, mediator tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikan konflik karena keputusannya tidak mengikat para pihak.

Dia hanya bertindak sebagai agen penasehat. Penerimaan saran atau saran terserah kepada pihak yang bersaing. Tugas pihak ketiga ini adalah untuk menyelesaikan perselisihan secara damai dengan memberi nasihat. Pihak ketiga ini tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan.

  • Konsiliasi

Ini terkait erat dengan kompromi. Konsiliasi adalah usaha untuk mempertemukan pihak pihak yang berkonflik menggunakan perwakilan perwakilan dari kedua pihak sehingga mereka dapat mencapai persetujuan bersama dengan kepala yang lebih tenang. Dalam metode akomodasi ini, menyatakan suatu usaha dilakukan oleh pihak ketiga untuk membujuk pihak-pihak yang bertikai untuk mengembangkan persahabatan.

Dengan demikian, dalam kasus konsiliasi konsiliator hanya menawarkan saran untuk mengakhiri konflik serta mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Umumnya perselisihan buruh-manajemen, perselisihan politik, pertikaian keluarga, dll. Diselesaikan melalui intervensi pihak ketiga.

Penjelasan Akomodasi Dalam Berbagai Macam Bidang

 

Istilah akomodasi juga sering digunakan dalam berbagai macam bidang dan tentunya memiliki arti yang berbeda-beda, diantaranya seperti:

  • Bidang Parawisata

Dalam bidang parawisata akomodasi merupakan suatu tempat yang dapat digunakan untuk menginap, misalnya seperti hotel, villa, motel, kamar dan lain-lain. Pada umunya jika kita pergi berwisata menggunakan aden travel, maka akomodasi diartikan sebuah tempat penginapan yang disediakan oleh penyedia jasa ketika anda dalam perjalanan dan berlibur.

Agar dapat membandingkan hotel dengan jenis akomodasi yang lain, biasanya akomodasi dalam dunia pariwisata sangat identik dengan penginapan. Intinya tempat yang dapat dijadikan sebagai hunian sementara saat seseorang atau keluarga bepergian untuk liburan, berwisata dan lain-lain.

Istilah akomodasi pada bidang parawisata biasanya sering digunakan oleh agen travel. Fasilitas dari akomodasi yang disediakan biasanaya tergantung dengan kebutuhan pelanggan atau terdapat paket-paket tertentu.

  • Bidang Pendidikan

Akomodasi dapat membantu anak-anak mempelajari materi yang sama dan memenuhi harapan yang sama dengan teman sekelas mereka. Jika seorang siswa memiliki masalah membaca, misalnya, dia mungkin mendengarkan rekaman audio dari sebuah teks. Ada berbagai jenis akomodasi kelas, termasuk presentasi (seperti mendengarkan rekaman audio teks) dan pengaturan (seperti di mana seorang siswa duduk).

Pengujian akomodasi bisa berbeda dari yang digunakan untuk instruksi. Misalnya, menggunakan pemeriksa ejaan mungkin membantu siswa dengan kesulitan menulis mencatat selama kelas tetapi tidak akan sesuai selama tes ejaan mingguan. Namun, siswa ini mungkin mendapat manfaat dari memiliki waktu ekstra untuk menyelesaikan tes ejaan atau menggunakan teknologi pengetikan jika tindakan fisik menulis sulit.

Contoh akomodasi di lingkungan sekolah yang perlu diketahui adalah ajudikasi. Jenis akomodasi ini adalah akomodasi yang dilakukan melalui proses pengadilan. Konflik yang dialami dua pihak dilaporkan ke pengadilan agar konflik tersebut bisa terselesaikan secara baik melalui jalur hukum.

  • Bidang Psikologi

Dalam bidang psikologi istilah akomodasi bisa diartikan sebagai proses adaptasi seseorang atau manusia. Dalam bidang psikologi, akomodasi biasanya juga diartikan sebagai suatu proses yang menggambarkan prilaku setiap orang dan struktur mentalnya yang mengalami proses modifikasi, dengan tujuan supaya bisa melakukan adaptasi dengan lingkungannya.

Akomodasi tidak hanya terjadi pada anak-anak; orang dewasa juga mengalami hal ini. Ketika pengalaman memperkenalkan informasi atau informasi baru yang bertentangan dengan skema yang ada, Anda harus mengakomodasi pembelajaran baru ini untuk memastikan bahwa apa yang ada di dalam kepala Anda sesuai dengan apa yang ada di luar di dunia nyata.

Meniru adalah bagian penting dari proses belajar, tetapi mengembangkan rasa diri yang stabil juga penting. Ini ditujukan kepada semua orang tanpa terkecuali. Kadang kita melakukan sesuatu itu tanpa memikirkan masalah atau hal yang akan terjadi di kemudian hari.

  • Bidang Kesehatan

Berbagai macam manfaat pasien telah dikaitkan dengan akomodasi rumah sakit. Penelitian eksplorasi ini menguji pola akomodasi nonverbal dalam interaksi perawatan kesehatan dan menyelidiki dampak dari pelatihan keterampilan komunikasi dan kesesuaian jender pada perilaku akomodasi nonverbal. Sebagian besar tidak signifikan dalam hal perilaku akomodasi antara interaksi pelatihan keterampilan pra dan pasca-komunikasi.

Dalam bidang kesehatan akomodasi dapat berkaitan dengan indra penglihatan, atau lebih jelasnya merupakan proses kemampuan yang dimiliki oleh daya optik. Otot-otot pada siliaris mata yang beradaptasi terhadap objek penglihatan dengan cara mengubah panjang dari fokus lensa mata, supaya bisa mendapatkan fokus terhadap citra objek yang dekat maupun jauh secara jelas pada retina mata.

Untuk memulai, perilaku komunikasi yang diamati antara dokter dan pasien sangat dipengaruhi oleh norma-norma yang melekat pada peran masing-masing.

  • Bidang Komunikasi

Akomodasi Komunikasi merupakan sebuah kemampuan untuk menyesuaikan, memodifikasi, atau mengatur perilaku seseorang ketika merespons komunikasi atau perilaku orang lain. Akomodasi lebih sering dilakukan secara tidak sadar. Manusia cenderung memiliki asumsi-asumsi kognitif internal sebagai pedoman yang kita gunakan ketika kita berbicara dengan orang lain.

Akan tetapi karena kita memiliki kultur yang berbeda dengan orang lain, bisa jadi asumsi kebudayaan yang kita bawa juga tidak sepenuhnya dapat mengakomodasi harapan dari lawan bicara kita. Dalam bidang komunikasi akomodasi dapat diartikan sebagai proses komunikasi, atau proses penyesuaian cara untuk berkomunikasi seseorang dengan lawan bicaranya, dengan tujuan supaya dapat berkomunikasi dengan baik.

Proses penyesuaian ini biasanya terjadi atas dasar bahasa ataupun watak yang berbeda. Proses komunikasi dapat menjadi lebih efektif jika memiliki latar belakang yang sama, misalnya seperti latar belakang bahasa, watak, adat isiadat dan lain-lain. Akomodasi Komunikasi banyak didasari oleh asumsi-asumsi yang ada di dalam Teori Identitas Sosial.

Di atas tadi telah di jelaskan mengenai Akomodasi. Dimana Akomodasi sangat berhubungan dengan kehidupan manusia. Akomodasi merupakan bentuk dari proses interaksi sosial. Ini adalah penyesuaian manusia dalam kesatuan sosial untuk menghindari dan meredakan interaksi ketegangan dan konflik. Kadang kebanyakan orang belum mengetahui dengan jelas hal apa saja yang ada dalam interaksi antara pribadi dan kelompok manusia untuk meredakan sebuah konflik atau pertentangan. Itulah penjelasan mengenai ulasan di atas.