Pengertian, Tipe Serta Komponen Transmisi

Pengertian, Tipe Serta Komponen Transmisi

Saat ini memang banyak sekali mobil yang menggunakan berbagai macam sistem agar mobil tersebut memiliki kelebihan yang belum di miliki oleh mobil lainnya, salah satu sistem tersebut ialah transmisi. Apakah kalian memahaminya? Mari simak ulasan berikut ini mengenai Trasmisi.

Apa Itu Transmisi?

Sistem transmisi merupakan suatu sistem yang memiliki fungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk di teruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.

Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang di izinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi di bandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar.

Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka di perlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.

 

Transmisi sangat di perlukan, karena mesin pembakaran yang umumnya di gunakan dalam mobil merupakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan putaran (rotasi) antara 600 sampai 6.000 rpm. Sedangkan, roda berputar pada kecepatan rotasi antara 0 sampai 2.500 rpm.

Transmisi terdapat dua sistem yang umum, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis. Transmisi terdapat juga sistem-sistem yang merupakan gabungan antara kedua sistem tersebut, namun ini merupakan perkembangan terakhir yang baru dapat di temukan pada mobil-mobil berteknologi tinggi dan merek-merek tertentu saja.

Sejarah transmisi manual pertama terjadi pada tahun 1894 oleh Louis Rene Panhard dan Emile Levassor di negara Prancis dengan transmisi 3 percepatan, Pada tahun 1898 pembuat mobil Louis Renault menggunakan transmisi 3 percepatan, penggantian poros penggerak dan menambahakan gardan untuk penggerak roda belakang meningkatkan kinerja transmisi manual.

Pada tahun 1928, Cadillac mengenalkan transmisi manual, sesungguhnya disini lah transmisi manual pertama tercipta dan bisa di gunakan.

Pada tahun 1937 Oldsmobile mulai mengembangkan tranmisi semi automatic, 4 percepatan yang disebut “Automatic Safety Transmission”, seiring terus di lakukanya perkembangan, terbentuklah transmisi full automatic pertama oleh Old mobile pada tahun 1948. Dengan cara kerja yang simpel, sebuah pompa hidraulik mendorong gigi ke posisi selanjutnya, bila telah tercapai torsi tertentu dari mesin.

Karena banyaknya energi terbuang percuma dari selip fluida dalam transmisi, laju kendaraan lebih pelan dan konsumsi bbm (bahan bakar minyak) lebih boros di banding manual. Namun ini tidak menghalangi konsumen di Negeri Paman Sam membelinya karena kenyamanan yang di tawarkan. Keberhasilan ini membuat pabrikan lain menyodorkan versi otomatis. Di 1950 saja, sebagian besar pabrikan mobil di Amerika telah memiliki varian transmisi matik.

Tahun 1904 di kembangkanya transmisi automatic oleh saudara laki–laki Sturtevant di Boston di Amerika dengan 2 percepatan dan terus di lakukannya perkembangan–perkembangan dari tahun 1934 oleh Reo Self-Shifter.

Tipe-tipe Transmisi

Transmisi terbagi menjadi dua, yaitu transmisi manual dan automatic, berikut penjelasannya:

  • Transmisi Manual

adalah sistem penggerak yang terdiri dari beberapa gabungan roda-roda gigi yang memindahkan putaran dan momen engkol menuju roda-roda penggeraj. Tujuan utama dari sistem transmisi di dalam sebuah kendaraan adalah untuk memindahkan tenaga mesin kendaraan yang disesuaikan dengan kondisi pada saat mengemudi.

Tipe transmisi manual biasanya di gunakan pada kendaraan bermotor. Sistem ini menggunakan clutch yang di operasikan oleh pengemudi untuk mengatur perpindahan torsi dari mesin menuju transmisi, serta pemindah gigi yang di operasikan dengan tangan (pada mobil) atau kaki (pada motor) .

Gigi percepatan di rangkai di dalam kotak gigi atau gerbox untuk beberapa kecepatan, biasanya berkisar antara 3 sampai 6 gigi percepatan maju di tambah dengan 1 gigi mundur (R). Gigi percepatan yang di gunakan tergantung kepada kecepatan kendaraan pada kecepatan rendah atau menanjak di gunakan gigi percepatan 1 dan seterusnya kalau kecepatan semakin tinggi, demikian pula sebaliknya kalau mengurangi kecepatan gigi percepatan di turunkan, pengereman dapat di bantu dengan penurunan gigi percepatan. Selain sistem transmisi manual juga di gunakan untuk memenuhi karakteristik pada kendaraan, antara lain sebagai berikut:

  1. Dapat menghasilkan tenaga lebih besar pada saat start dan di jalanan tanjakan.
  2. Menggerakkan roda-roda ke arah yang berlawanan untuk memundurkan kendaraan.
  3. Dapat menggerakkan roda pada kecepatan yang tinggi selama mengemudi dalam kecepatan yang tinggi pula.

Selain karakteristik yang terdapat pada transmisi manual, ada pula jenis-jenisnya berikut di antaranya:

1. Sliding Mesh

Sistem transmisi ini merupakan salah satu jenis dari sistem transmisi manual yang cara kerjanya memindahkan gigi dengan cara menggesernya langsung pada roda gigi input dan output. Transmisi jenis ini sudah tidak di kembangkan lagi, tetapi transmisi ini masih sering di gunakan karena hanya untuk gear percepatan atau mundur.

2. Constant Mesh

Jenis sistem transmisi manual ini merupakan pengembangan dari sliding mesh yang bentuk gearnya tidak lagi lurus melainkan berbentuk helical. Transmisi ini, membutuhkan bantuan dari kopling geser untuk memindahkan gigi-giginya agar terjadi perpindahan tenaga poros input menuju poros output.

Jenis transmisi constant mesh ini memiliki kaitan antara roda gigi input dan outputnya, namun pada roda gigi bagian output tidak satu poros dengan bagian output sistem transmisi. Selanjutnya tenaga akan di teruskan ke poros output dengan menggunakan kopling geser. Salah satu kelebihan dari sistem transmisi ini adalah dapat menggunakan lebih dari satu jenis roda gigi.

3. Synchron Mesh

Jenis transmisi manual ini berkaitan dengan roda gigi transmisinya yang tetap (konstan) sama hal nya seperti sistem transmisi constant mesh. Namun kelebihan dari sistem transmisi ini adalah penyempurnaan dari sistem sebelumnya yaitu penyamaan dari putaran roda gigi dengan poros output pada saat akan di kunci. Konsep kerja ini mengadopsi dari cara kerja kopling mobil. Kopling mobil yang di gunakan pada sistem transmisi ini menggunakan bentuk kopling kerucut yang terdiri dari synchronizering, key spring, shifting key, dan hub sleeve.

Selain karakteristik dan jenis yang terdapat pada transmisi manual, ada pula beberapa komponen yang terdapat di dalamnya:

  1. Transmisi Case atau Input Transmisi ini merupakan salah satu komponen transmisi manual yang nantinya bertugas untuk menerima output yang di hasilkan dari unit kopling. Dengan kata lain, komponen yang satu ini merupakan salah satu bagian dalam transmisi manual sebagai tempat berdiamnya seluruh komponen transmisi.
  2. Transmisi Gear atau biasa dikenal dengan roda gigi transmisi. Komponen yang satu ini bertugas untuk merubah input yang di hadirkan dari sistem permesinan menjadi output torsi di mana nantinya akan meninggalkan transmisi yang sepadan atau pun sesuai dengan yang di butuhkan kendaraan.
  3. Synchroniser atau gigi penyesuai di mana komponen ini merupakan media yang di gunakan untuk melengkapi atau membantu pemindahan kecepatan ketika dalam kondisi putaran super tinggi. Tentu, dengan adanya gigi penyesuai ini maka di pastikan akan membuat kinerja transmisi manual semakin ringan.
  4. Gear Shift Lever dan Shift Fork pun juga salah satu komponen yang ada pada sistem transmisi manual. Komponen transmisi manual yang lebih di kenal dengan nama tuas pemindah persneling dan garpu pemindah ini sangat penting sekali keberadaannya dalam transmisi kendaraan. Pasalnya, fungsinya sendiri sebagai alat untuk menggerakkan maupun mengoperasikan sistem transmisi yang dilakukan oleh si pengemudi.
  5. Reverse Gear adalah komponen yang ada pada sistem transmisi manual yang bertugas untuk merubah arah dari putaran output shaft sehingga akan membuat kendaaran bisa berjalan mundur jika di butuhkan. Maka, karena fungsinya tersebut, tentu komponen transmisi manual yang satu ini cukup penting keberadaannya.
  6. Hub Slave yang merupakan komponen pada transmisi manual di mana memiliki tugas sebagai pengunci penyesuaian yang terjadi dengan gigi percepatan sehingga akan sangat memungkinkan output shap bisa berputar dan berhenti.
  7. Main Bearing dan Output Shaft, di mana untuk Main Bearing ini berfungsi sebagai bantalan dari output shaft. Sementara itu, untuk output shaft sendiri memiliki tugas untuk menutup output shaft yang juga sekaligus dudukan tongkat persneling.
  • Transmisi Automatic

Transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini di gunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.

 

Transmisi otomatik di kendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik yang di susun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja. Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:

  • P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa di dorong.
  • R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
  • N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
  • D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
  • 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
  • 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam.

Sedangkan opsionalnya adalah:

  1. 3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi top gear.
  2. O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.

Varian ATnya adalah:

  1. 4A/T adalah varian transmisi A/T yang sering di jumpai di banyak mobil. Teknologi 4A/T sudah cukup lama hadir di Indonesia. Digunakan pada mobil era 1970 sampai sekarang. Mobil yang menggunakan sistem ini antara lain: Toyota Kijang Krista 4AT dan LGX 4AT, Honda CR-V, Honda Fit/Honda Jazz, Toyota Crown, Toyota Camry, Toyota Corolla Altis, Toyota Corona, Honda Civic. 4A/T menggunakan format P-R-N-D-S/2-L/1 (tanpa transmisi D3/3 dan tanpa O/D).
  2. 5A/T. Tidak banyak berbeda dengan transmisi 4A/T, hanya formatnya yang berbeda. Jika format 4A/T adalah P-R-N-D-S/2-L/1 maka 5A/T memiliki format P-R-N-D-D3 (atau) O/D-2-1. 5A/T di gunakan pada mobil tahun 1990 sampai sekarang (jarang mobil menggunakan 5A/T sebelum era 1990 mereka masih memakai 4A/T), antara lain: Suzuki Grand Vitara, Honda Brio, Honda Freed, Honda Fit atau Honda Jazz.
    Selain mode transmisi diatas, ada pula jenis-jenis dari transmisi automatic berikut di antaranya:

Manumatic Type

Transmisi Manumatic berasal dari kata “Manual” dan “Automatic. Pada transmisi ini, pengemudi cukup memilih tanda (+) untuk menaikkan rasio perpindahan gigi dan tanda (-) untuk menurunkan rasio agar gigi pindah. perpindahan gigi terjadi secara sekuensial.

  • Semi Automatic Type

Transmisi ini menggunakan sensor elektrik, sistem pneumatik, dan prosesor, serta actuator untuk mengeksekusi perintah terhadap pengemudi saat memindahkan rasio perpindahan terhadap gigi transmisi.

  • Elektro Hidraulic Type

Transmisi ini merupakan transmisi buatan negara jepang yang di kenal sebagai “HondaMatic”. Pada tranmisi ini terdapat beberapa komponen pompa hidraulic. Hidraulic motor piston dan juga pompa swash palte yang bekerja menyerupai cara kerja sistem AC.

  • Dual Clutch Type

Pada transmisi ini terdapat dua buah kopling yang saling terhubung dalam satu poros Infut Shaft.

Selain mode transmisi yang di jelaskan di atas, ada juga beberapa komponen yang terdapat dalam transmisi automatic berikutdi antaranya:

1. Torque Converter

Torque converter merupakan komponen transmisi autpmatic yang memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan kopling fluida. Komponen ini di pasang pada sisi input shaft transmisi dan di ikat dengan menggunakan baut ke flywheel crankshaft. Komponen ini di isi dengan minyak transmisi yang memiliki fungsi untuk memperbesar momen mesin dan kemudian di teruskan ke transmisi.

Torque converter di lengkapi dengan sudut-sudut yang berbentuk seperti kurva dan stator yang dipasang di antara pump impeller dengan turbine runner. Stator ini berfungsi untuk mengubah aliran minyak searah dengan putaran pompa impeller dengan menggunakan tenaga yang ada di dalam minyak.

2. Brake

Brake merupakan salah satu komponen yang ada pada planetary gear (sun gear, ring gear, atau carrier) yang dapat bergerak untuk mendapatkan perbandingan gigi yang di butuhkan kendaraan. Brake dapat di operasikan dengan tekanan hidrolik. Ada dua jenis brake yang ada yaitu band type brake serta wet multiple disc brake.

Pada jenis multiple disc brake, plate-plate yang ada di ikatkan pada transmisi dan disc yang berputar integral dengan masing-masing planetary gear set yang ditekan satu sama lainnya untuk memegang bagian dari planteray gear tersebut agar tidak dapat bergerak.

3. Clutch dan One way Clutch

Komponen satu ini menghubungkan antara torque yang di gunakan untuk memindahkan momen mesin ke intermediate shaft serta memutuskan hubungan torque converter dari converter dari planetary gear untuk menghentikan perpindahan momen mesin.

Clucth berjenis multiple disc ini terdiri dari beberapa dics yang disusun secara bolak balik. Clutch ini di hubungkan serta di bebaskan dengan tekanan hidrolik. Sedangkan one-way clucth terdiri dari komponen inner race dan outer race serta sprag (roller) yang di tempatkan di antara keduanya. Jenis clucth ini hanya dapat meneruskan momen puntir ke satu arah saja.

4. Hydraulic Control System

Komponen ini terdiri dari oli pan yang memiliki fungsi sebagai reservoir fluida, pompa oli yang berfungsi untuk membangkitkan tekanan hidrolik, katup-katup memiliki berbagai macam fungsi, serta pipa saluran fluida yang dapat mengalirkan minyal transmisi ke clucth, brake serta komponen lainnya yang ada di hydraulic control system. Fungsi dari bagian hydraulic control system antara lain adalah:

  • Mengalirkan minyak transmisi ke bagian torque connverter.
  • Mengubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hidrolik.
  • Melumasi bagian-bagian sistem transmisi dengan minyak.
  • Mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa oli.
  • Memberikan tekanan hidrolik ke bagian clucth dan brake untuk mengatur pengoperasian planetary gear.
  • Mendinginkan bagian torque converter dan transmisi dengan menggunakan minyak.

5. Manual Linkage

Sistem transmisi Automatic melakukan up-shift dan down-shift secara otomatis. Untuk mengoperasikannya, terdapat dua buah linkage yang harus di operasikan secara manual oleh pengendara yang di hubungkan dengan menggunakan transmisi otomatis.

6. Shifting Control

Komponen otomatis yang lain nya yang juga harus di ketahui dan di perhatikan adalah Shifting Control. Dimana merupakan komponen yang paling di utamakan dalam kendaraan. Pada sistem hydraulic control akan mengubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hydraulic. Berdasarkan kondisi inilah tekanan hidrolik kemudian di alirkan ke kopling, rem, serta planetary gear untuk mengubah getaran ratio secara otomatis yang di sesuaikan dengan kondisi pengemudi kendaraan.

7. Pedal Akselerasi

Komponen ini di hubungkan menggunakan kabel pada throttle valve. Derajat penekanan akselerasi yang juga merupakan pembukaan throttle valve kemudian di teruskan ke sistem transmisi menggunakan kabel ini. Sistem transmisi otomatis akan melakukan shift up dan down up tergantung dari beban mesin serta pengemudi yang dapat mengubahnya dengan mengatur penekanan pedal akselerasi.

8. Automatic Transmission Fluid (ATF)

ATF atau merupakan kepanjangan dari “Automatic Tranmission Fluid” merupakan minyak pelumas yang di campurkan dengan beberapa bahan tambahan yang di gunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Hal inilah yang membedakan nya dari jenis minyak lainnya. Sistem transmisi otomatis harus selalu menggunakan ATF yang sudah di tentukan.

Penggunaan ATF yang berbeda akan membuat kemampuan transmisi otomatis akan menurun. Untuk memastikan bahwa sistem transmisi otomatis dapat bekerja dengan benar, tingkat level minyak juga perlu diperhatikan. Untuk memeriksanya, anda dapat menggunakan dipstick pada saat mesin berputar dan transmisi berada pada suhu normal serta tuas transmisi berada di posisi P. Berikut beberapa fungsi ATF:

  1. Dapat memindahkan momen puntir pada torque converter.
  2. Melumasi bagian planetery gear serta bagian lainnya yang bergerak.
  3. Mendinginkan komponen-komponen yang bergerak.
  4. Mengendalikan sistem hydraulic control yang akan berpengaruh pada kerja kopling dan rem pada transmisi otomatis.

Demikian pembahasan mengenai transmisi di atas. Apakah Anda sudah memahaminya? Sampai disini dulu ya pembahasan kali ini. Selamat membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *