Jepang Mempekerjakan Robot Di Berbagai Perusahaan

Jepang Mempekerjakan Robot Di Berbagai Perusahaan

Bagaimana perusahaan mempekerjakan robot?

Pemerintah Jepang memutuskan untuk mempekerjakan robot di perusahaan untuk menggantikan manusia pekerja. Robot yang digunakan dalam berbagai industri termasuk manufaktur, bergerak bumi dan perhotelan. warga jepang putus asa karena telah mengurangi tenaga kerja manusia, dan menggantikannya dengan robot. Perusahaan berencana untuk membeli robot untuk mengotomatisasi berbagai tugas. Menurut survei Bank Japan, perusahaan memperkenalkan robot dengan harapan untuk meningkatkan investasi dengan 17,5 persen tingkat tertinggi pada catatan.

Hotel Henn-na di Nagasaki, Jepang yang akan dibuka Juli tahun ini akan menggunakan jasa robot cerdas di hampir semua sektor. Jika para tamu lebih suka dengan sentuhan yang lebih manusiawi, hotel hanya menyediakan staf 10 manusia. Adapun Hotel Hen-an adalah bagian dari taman hiburan Huis Ten Bosch, yang mengikuti desain kota Belanda. Selain robot, hotel itu juga tidak menggunakan kunci konvensional, tetapi setiap kamar akan menggunakan teknologi pengenalan wajah.

Tugas-tugas yang akan diberikan kepada robot

Robot dipekerjakan untuk mencakup manufaktur, yang bergerak di berbagai perusahaan dan bahkan Layanan Kamar hotel. Perusahaan berencana untuk membeli robot untuk mengotomatisasi berbagai tugas . Kawasaki Heavy Industries mengatakan dua bersenjata, dengan tinggi robot sekitar 170-sentimeter di jual karena hal ini dapat disesuaikan untuk berbagai industri dengan menggunakan pembuat elektronik, makanan prosesor, dan perusahaan-perusahaan obat. Hitachi Construction Machinery mengatakan ini semakin banyak di pertanyaan untuk menggali program di mesin komputer .

 

Hotel di Tokyo Disneyland menggunakan 140 robot berbeda dan kecerdasan buatan untuk melayani para tamu di hotel, 100 kamar yang dapat beroperasi dengan sesedikit, hanya memerlukan dua atau tiga orang. Setiap kamar memiliki sebuah robot berbentuk telur, atau asisten pribadi, disebut Tapia, yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengenali wajah orang dan menanggapi perintah suara mereka. Itu dapat membangunkan Anda, mengatur jadwal Anda, dan mengontrol perangkat terhubung Internet seperti TV dan AC. Robot lain dapat membawa tas dan mengeluarkan sampah.

Tidak jelas berapa banyak yang telah dihabiskan otomatisasi tapi pemerintah Jepang mengatakan ia melihat proporsi yang lebih besar dari investasi yang didedikasikan untuk meningkatkan efisiensi. Pendapatan dari robot Jepang sangat banyak dan juga meningkat dalam periode Januari-Maret untuk pertama kalinya di beberapa tempat. Porsi belanja modal ditujukan untuk menjadi lebih efisien meningkat karena kekurangan pekerja, kata Seiichiro Inoue, Direktur Biro kebijakan industri Kementerian ekonomi, perdagangan dan industri.

Jika ambisi investasi terpenuhi akan menunjukkan ada lapisan perak Jepang, mencoba untuk mengatasi dengan menyusut dan penuaan populasi dengan cepat. Cara Jepang berupaya dengan penuaan populasi yang akan memberikan pelajaran penting untuk masyarakat penuaan lain, termasuk Cina dan Korea Selatan, yang harus bergulat dengan tantangan yang sama di tahun-tahun mendatang. Lebih dari 90 persen dari perusahaan-perusahaan Jepang berukuran kecil dan menengah, tapi sebagian besar perusahaan-perusahaan ini tidak menggunakan robot, kata Yasuhiko Hashimoto, yang bekerja di Kawasaki Heavy Industries Ltd robot Divisi. Sudah banyak juga paket aplikasi untuk menargetkan perusahaan-perusahaan ini.

Robot juga dipekerjakan diberbagai tempat

kebanyakan perusahaan cenderung untuk memesan peralatan konstruksi untuk proyek-proyek, kata Yoshi Furuno, seorang pejabat perusahaan. Penduduk usia pekerja Jepang memuncak pada tahun 1995 di 87 juta dan telah turun menjadi 76 juta tahun ini. Pertengahan perusahaan dengan pekerja 100-499 diiklankan untuk mengisi posisi baru 1,1 juta – tertinggi di lima tahun dan hampir lima kali jumlah membuka posisi di perusahaan dengan 500 pekerja atau lebih, data departemen tenaga kerja menunjukkan.

Robot tidak hanya ditemukan di manufaktur dan konstruksi. Mereka juga sedang dicari oleh pengembang properti, makanan dan minuman pembuat dan rantai hotel. Tokyo Disneyland misalnya, tagihan sebagai robot hotel karena menggunakan 140 berbeda robot dan kecerdasan buatan untuk melayani para tamu di hotel 100 kamar yang dan dapat beroperasi dengan cepat. Karena robot sudah di rancang dengan begitu akurat, sehinggga robot tersebut bisa bekerja dengan cepat dan lebih lebih aktif. Makanya orang Jepang lebih memilih mempekerjakan robot tersebut.

Selain robot, Cyberdyne juga setuju untuk membuat alat yang bisa dipakai oleh pekerja di bandara. Bernama Hybrid Assistive Limb (HAL), ini merupakan pakaian bertenaga yang dipakai para pekerja untuk membantu mengangkat barang para penumpang. Berbagai macam robot yang sudah di pakai sebagai tenaga kerja, dan bukan cuma di perusahaan ajah. Semua orang pun pasti akan tertarik untuk membeli robot ini untuk di jadikan sebagai pekerja. Yang cara kerjanya melebihi manusia, robot ini juga memiliki kepintaran yang tinggi, dan dapat berkerja dengan cepat.

Seperti robot yang dipekerjakan di bandara, ada berapa robot dipekerjakan dengan berbagai tugas masing-masing. Untuk robotnya sendiri, ada 5 robot pembersih, 3 robot yang bisa membawa koper dan 3 hal machine. Itulah yang membuat negara Jepang lebih memilih mempekerjakan robot. Robot bisa melakukan apa saja tanpa harus susah payah untuk menyuruhnya. Ternyata, mempekerjakan robot ini ada maksud tersendiri bukan hanya sekadar untuk keren. Karena saat ini Jepang sedang kekurangan penduduk dalam umur produktif. Kebanyakan orang tua dan anak-anak. Oleh karena itulah, tenaga kerja berkurang dan robot pun jadi solusinya. Jepang memang begitu sangat jenius untuk mengatasi semuanya. tanpa membuat negaranya jadi berantakan, selalu ada ide yang di salurkan untuk mengatasi berbagai macam masalah.

Inilah sekilas informasi tentang robot yang bisa bekerja dibeberapa tempat kerja di Jepang.