7 Cara Sembuhkan Patah Hati, Bukan Hanya Move on Tapi Move Up Juga

7 Cara Sembuhkan Patah Hati, Bukan Hanya Move on Tapi Move Up Juga

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Ketika kamu sedang jatuh cinta tidak peduli tentang apapun, bahkan kamu rela mengorbankan semua demi cinta. Namun, semuanya malah tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, yang di dapat adalah patah hati.

Patah hati memang tidak mudah untuk dilupaka. Padahal mungkin kamu sudah mengantisipasi sejak kamu berani untuk jatuh cinta. Namun semuanya malah tidak sesuai yang kamu harapkan. Segala cara pasti kamu lakukan agar bisa move on. Berusaha untuk menyembuhkan luka dan memperbaiki hati yang sudah retak itu. Tapi move on ajah tidak cukup saja, guys.

Move on artinya kamu hanya berpindah di satu jalur horizontal. Kamu harus selalu berusaha gimana supaya patah hatimu ngak sia-sia. Karena itulah, move up jauh lebih ampuh. Secara logika, move up itu artinya kamu berpindah secara vertikal. Seperti naik tangga, satu langkah bisa membawamu naik keatas. Begitu juga seharusnya kita mengatasi sakit hati. Setelah patah hati hebat, sudah seharusnya kita melakukan perbaikan besar-besaran supaya bisa naik tingkat. Caranya?

1. Patah hati adalah waktu yang tepat untuk ambil cuti dan travelling sendiri. Lihat dunia luar, biar kamu paham bahwa di dunia ini manusia bukan hanya dia doang

Pernahkah kamu berpikir bahwa justru saat patah hati adalah saat yang tepat untuk traveling sendiri? Jadi kamu yang selalu beralasan tak punya waktu atau menunggu momen yang tepat, inilah waktunya mengajukan cuti dan mencari destinasi. Apalagi kalau kamu kesulitan melupakan dia karena rasa-rasanya seluruh sudut kota membuatmu teringat padanya.

Travelling dapat membuatmu merasa lebih baik dari sebelumnya. Kamu akan merasakan senang saat travelling, karena saat menikmati suasana tersebut pasti membuat kamu bisa melupakannya. yah, memang tidak langsung melupakan dengan sepenuhnya, tapi setidaknya bisa mengurangi beban perasaanmu.

Travelling bila dihayati tak hanya sekadar jalan-jalan ke luar kota dan beli oleh-oleh untuk keluarga. Kamu bisa bertemu banyak orang baru, menemukan banyak persepsi baru, dan menggali pengetahuan baru yang meningkatkan kualitasmu sebagai seorang manusia. Travelling sendiri juga membuatmu menuntut diri untuk mandiri dan dewasa. Jadi segera angkat ranselmu dan berpetualang!

2. Sakit hati kadang memang membuat emosi tak terkontrol. Tapi coba deh kenali diri sendiri, cari tahu bagaimana cara menata emosimu sendiri

Saat kamu sedang patah hati, emosi tak karuan rasanya. Penginnya hanya melamun, galau, lalu nangis. Semuanya terasa hampa dan tidak tau apa yang harus di perbuat. Selalu saja ingat mantan dan ujung-ujungnya hati tergoda untuk menghubunginya untuk mencari tahu apa hubungan bisa diperbaiki lagi. Kamu juga menambah luka sendiri dengan rajin stalking medsos mantan.

Intinya adalah emosimu mungkin sedang labil-labilnya. Sehingga pikiranmu tidak terkontrol yang membuat hatimu jadi tidak tenang dan bahkan emosimu pun jadi tidak terkontrol. Namun di momen ini justru saat yang tepat buatmu untuk coba duduk tenang dan merenung. Coba kenali dirimu melalui emosi-emosi yang meledak dalam dada itu. Jangan lupa, cari tahu cara meredamnya. Karena sebenarnya yang tahu bagaimana menata emosi, hanya dirimu sendiri.

3. Bila selama pacaran keseringan sama dia saja, ini saatnya kamu memperluas pergaulan. Jangan hanya diam di rumah, kalau mau cepat menyembuhkan luka

Dulu waktu masih punya pacar, ke mana-mana sama dia. Datang ke acara apapun sama dia, akibatnya kecil kemungkinan untuk bisa kenalan atau ngobrol dengan orang lain. Sementara teman-temanmu sendiri juga hampir dilupakan. Waktu senggangmu hanya dihabiskan untuk berkencan, lupa bahwa kamu juga butuh teman.

Padahal teman itu teman yang pas untuk saling bertukar pikiran dan juga teman cerita ketika ada masalah atau lagi banyak pikiran. Teman juga sangat perlu untuk ingingat bukan cuman hanya sama pacar saja. Bergaul dengan teman dapat memperluas pemikiran kita. Dan selalu ajah yang buat tertawa dan membuat pikira jadi lebih tenang.

Nah, inilah saatnya untuk mengganti waktu-waktu yang hilang saat pacaran itu. Perbaiki hubungan dengan teman-teman dan perluas pergaulan. Dengan begitu, link dan networking-mu juga bertambah luas. Tak hanya berguna untuk mempercepat kesuksesan, itu juga bisa jadi pengalih perhatian dari kenangan soal mantan.

4. Biar nggak terkenang melulu, coba cari kegiatan atau menekuni hobi. Bukan cuma cepat lupa, potensimu juga berkembang kan?

Bila kamu hanya duduk di rumah, memperbanyak tidur dan berharap saat bangun kamu sudah lupa, itu namanya sia-sia. Kamu butuh kegiatan supaya kenangan tentang dia tidak lagi berenang-renang dalam pikiran. Untuk itu, carilah hal-hal baru atau mulai tekuni lagi hobimu. Itu akan membuatmu lebih tenang, jadi pikirkan sesuatu yang buat dirimu terpuruk dalam kesedihan.

Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat semacam itu tak hanya membuatmu tak punya waktu untuk bersedih atau galau-galauan, tapi dengan sendirinya membuat dirimu semakin berkembang. Kamu yang sebelum patah hati tidak pernah ke dapur, siapa tahu setelah patah hati jadi jago masak. Boleh juga ‘kan?

5. Daripada terus memikirkan manisnya kenangan kebersamaan, mending cari pelajaran yang bermanfaat. Biar investasi waktu pacaran yang gagal nggak sia-sia

Namanya masih dalam suasana patah hati, kenangan soal mantan seringkali muncul tanpa diundang. Saat mengunjungi sebuah kafe, yang terlintas di kepalamu adalah “Dulu aku sama dia ngerayain anniversary di sini.” Mendengarkan lagu When You Tell Me That You Love Me di radio, kamu langsung teringat saat dulu dia menyatakan cinta. Ah, kenangan semacam ini memang indah, tapi tak ada gunanya.

Ini adalah saatnya kamu meneliti apa yang sebenarnya terjadi. Setiap hubungan yang bubar pasti ada alasan dan kamu bisa menemukannya serta menjadikannya pelajaran. Mungkin dia jengah karena kamu terlalu cemburuan? Maka sudah saatnya kamu mengurangi sikap posesif itu. Mungkin juga kalian sering berantem karena sama-sama kekanakan menghadapi masalah? Berarti ini saatnya untuk belajar lebih dewasa.

6. Kamu sudah bertemu satu orang yang salah. Sekarang coba tetapkan tujuan yang jelas untuk hidupmu, agar tak perlu bertemu dengan orang yang salah lagi di kemudian hari

Katanya cinta tidak pernah salah, hanya saja kita bisa bertemu dengan orang yang salah. Anggap saja itu benar, maka ini adalah saatnya kamu merevisi atau menentukan kembali tujuan hidupmu. Mungkin tujuan hidupmu yang dulu masih ngawang-ngawang atau memang terlalu abstrak. Dan mulailah hal-hal yang bisa membuat hidupmu lebih baik. Untuk mengubah sesuatu yang memberi makna yang akan membentuk tujuan hidupmu.

Dengan menentukan tujuan hidup yang jelas, setidaknya kamu bisa mulai menyusun gambaran langkah-langkah apa yang ingin kamu ambil. Kamu juga jadi tahu kira-kira orang seperti apa yang kamu cari. Dengan mengenali diri sendiri seperti ini, akan memperkecil kemungkinan kamu bertemu dengan orang yang salah lagi.

7. Terlalu sibuk pacaran membuatmu lupa banyak hal. Sekarang adalah saatnya mendekatkan diri kepada Tuhan

Berkubang dalam kecewa saat apa yang kamu rencanakan menjadi masa depan ternyata bubar di tengah jalan, mungkin kamu perlu konsultasi pada Sang Maha Segala-nya. Dulu kamu terlalu sibuk pacaran. Mengingat Tuhan hanya sebentar-sebentar, karena terburu-buru ingin berbalas pesan. Sekarang adalah saatnya kamu mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ini adalah saatnya meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak waktu untuk ‘ngobrol’ dengan Tuhan. Dengan begitu, pikiranmu juga akan lebih tenang dan mudah merelakan karena kamu pasti paham bahwa Tuhan punya rencana lain untukmu. Putus cinta bukan sepenuhnya kesalahanmu. Mungkin Tuhan menunjukkan jika dia bukanlah yang terbaik buat kamu saat ini.

Dan yang paling penting, jangan pernah mengharapkan dia untuk kembali. Lanjutkan kembali kehidupan barumu dengan membuka lembaran baru. Kalau memang jodoh nggak akan kemana kok. Biarkan waktu dan doa yang akan menjawab semuanya.

Move on hanya akan membuat luka hatimu sembuh dan kamu bisa tersenyum lagi. Tapi move up bisa membuatmu menjadi orang yang lebih baik mulai hari ini. Mungkin kamu butuh waktu untuk meratapi keadaan dan sejenak mengeluarkan emosi. Tapi jangan terlalu lama, karena kamu harus segera berbenah. Dengan begitu hati yang berdarah-darah itu tidak percuma, karena kamu berubah menjadi sosok yang lebih baik dari yang sebelumnya.